Industri Film Hadapi Keterbatasan Tontonan untuk Semua Usia
- 28 Nov 2024 17:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Industri perfilman Indonesia terus berkembang, tetapi para produser film menghadapi tantangan besar dalam menciptakan tontonan untuk seluruh keluarga. Produser film, Dipa Andika, mengungkapkan bahwa meski permintaan besar, film dengan klasifikasi "semua umur" sangat terbatas.
"Kami ingin membuat film yang bisa dinikmati oleh semua umur. Namun, pasar film Indonesia lebih fokus pada segmen usia tertentu,” ujarnya pada sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GN BSM), Kamis (28/11/2024).
Menurut dia, tantangan besar karena banyak film Indonesia ditujukan untuk remaja dan dewasa muda. Film keluarga yang ramah anak dan orang tua masih jarang ditemukan.
Selain itu, Dipa mengkhawatirkan fenomena anak-anak di bawah 13 tahun dipaksakan menonton film dengan klasifikasi 17+ atau 21+. Hal ini dapat berdampak negatif pada psikologis dan mental anak-anak.
Di sinilah Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (BSM) berperan penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua memilih film sesuai usia. “Dengan BSM, orang tua diharapkan memahami klasifikasi usia film dan tidak memaksakan anak menonton film tidak sesuai," ucap produser tersebut.
Ke depan Dipa berharap lebih banyak film yang diproduksi dengan tujuan untuk seluruh keluarga, bukan hanya untuk segmen tertentu. Dia juga berharap gerakan BSM lebih masif mengedukasi anak-anak di sekolah tentang pentingnya memilih tontonan sesuai usia mereka.
“Gerakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat. Dengan demikian, film ramah keluarga semakin banyak diproduksi." ujarnya. (Intern/Nur Aida Nasution)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....