Makna Filosofis Wayang Kulit dan Perlengkapannya?

  • 29 Nov 2024 14:48 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Indonesia memiliki beraneka ragam jenis wayang, salah satunya adalah wayang purwa. Wayang adalah salah satu bentuk seni tradisional yang dipertunjukan dengan cara mempertunjukan bayang-bayang.

Wayang tidak hanya sekedar pertunjukan visual, tetapi juga memiliki makna filosofis tersendiri. Dalam budaya Jawa, wayang mengajarkan banyak nilai budaya, moral, etika, dan nilai-nilai lainnya. Wayang mengangkat kisah Ramayana dan Mahabarata.

Dalam buku ‘Seputar Budaya Jawa’ karya Djoko Sulaksono menjelaskan makna filosofis wayang dan perlengkapannya. Adapun Wayang dan Perlengkapannya terdiri dari: Wayang, Cempala, Kepyak, Blencong, Kelir, Debog, Gamelan, Kotak, Dalang, Simpingan, Gunungan .

Berikut Penjelasannya :

Wayang

Wayang menggambarkan manusia dengan beraneka ragam perwatakan. Watak manusia yang baik, jahat, licik, dan lainnya ada dalam tokoh-tokoh wayang. Misalnya, tokoh wayang Sengkuni yang memiliki watak licik.

Cempala

Cempala menggambarkan detak jantung manusia. Cempala adalah alat berbahan dasar kayu yang digunakan dalang untuk memukul kotak tempat penyimpanan wayang sebagai suatu pertanda.

Kepyak

Kepyak atau keprak yang berbunyi “cer-cer” dan “thing-thing” menggambarkan aliran darah manusia.

Blencong

Blencong menggambarkan sinar bulan, bintang, dan matahari. Dalam kehidupan, makhluk hidup sangat memerlukan sinar tersebut untuk bertahan hidup.

Kelir

Kelir menggambarkan langit atau luasnya jagad raya dimana makhluk hidup melakukan berbagai aktivitas. Kelir terbuat dari kain putih panjang yang digunakan untuk mempertunjukkan wayang.

Debog

Debog menggambarkan bumi pertiwi atau tanah yang dijadikan pijakan makhluk hidup.

Gamelan

Gamelan yang memiliki banyak bentuk dan suara menggambarkan kebutuhan hidup manusia yang beraneka ragam.

Kotak

Kotak tempat penyimpanan wayang menggambarkan darimana dan akan kemana (sangkan paran). Sebelum pertunjukan wayang, semua wayang ada dalam kotak penyimpanan. Ketika pertunjukan akan dimulai wayang dikeluarkan, dan ketika pertunjukan sudah selesai maka wayang akan dikembalikan di kotak penyimpanan tersebut.

Dalang

Dalang menggambarkan Tuhan. Dalam pertunjukan wayang, dalang bertugas untuk mengatur jalannya pertunjukan. Dalam kehidupan, Tuhan sudah mengatur jalannya kehidupan makhluk hidup.

Simpingan

Simpingan adalah jajaran wayang yang ditata berjajar di sebelah kanan dan kiri dalang. Simpingan kanan merupakan jajaran wayang berwatak baik, sedangkan simpingan kiri merupakan jajaran wayang berwatak kurang baik. Hal ini berkaitan dengan ajaran masyarakat Jawa, bahwa segala hal yang baik ada di sebelah kanan dan begitupun sebaliknya.

Gunungan

Gunungan menggambarkan kehidupan makhluk hidup dengan berbagai fenomena.

Dapat disimpulkan bahwa pertunjukan wayang bukan sekedar hiburan saja, tetapi mengandung makna filosofis yang mendalam dan tentunya berkaitan dengan kehidupan manusia sebagai makhluk hidup. (Dhea, Ali Marsudi)


Sumber Referensi: Buku Seputar Budaya Jawa

(Sulaksono, Djoko. 2016. Seputar Budaya Jawa. Surakarta: CakraBooks Solo.)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....