Lirik Lagu Wulan Wulangun Adif, Niken Salindry hingga Shinta

  • 12 Nov 2024 13:56 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Lagu 'Wulan Wulangun' pertama kali dirilis dalam versi original oleh Adif Marhaendra & Okvalica Harlis Natasya, yang telah ditonton lebih dari 741 ribu kali di kanal YouTube Adif Marhaendra. Versi ini menonjolkan harmoni vokal yang lembut dan aransemen sederhana. Sebagai pembanding, unggahan versi Niken Salindry dengan Kembar Campursari telah ditonton sebanyak 503 ribu kali dalam waktu delapan bulan (11/11/2024).


Selain itu, versi lain oleh Lala Atila sudah meraih 657 ribu tayangan, sedangkan cover duet Shinta Arsinta dan Arya Galih ditonton 81 ribu kali dalam dua bulan terakhir. Versi Chintya Martasari bersama Oppa Widhi juga mendapat sambutan baik dengan 110 ribu penonton dalam empat bulan.


Perbedaan capaian ini menunjukkan bahwa setiap aransemen memiliki daya tarik dan penggemar tersendiri, meskipun lirik dan makna inti lagunya tetap sama. Lagu ini sukses menyentuh berbagai kalangan dengan sentuhan aransemen yang bervariasi.


Secara keseluruhan, lagu ini mengisahkan kebahagiaan saat bersama orang tercinta. Liriknya bahasa jawa dipenuhi ungkapan romantis tentang perjalanan cinta yang diibaratkan menembus awan gelap menuju dunia asmara. Pesan cinta dalam lagu ini terasa kuat, mencerminkan perasaan tulus dari hati.


Bagi penggemar, lagu ini bisa didengar di Radio Pro4 RRI Surakarta melalui frekuensi FM 95,2 MHz atau streaming di aplikasi RRI Digital. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi WhatsApp di 089520895244 atau mengunjungi s.id/pro4rrisurakarta.


Beberapa pendengar memberikan komentar positif atas penampilan Niken. "Akhirnyaaaa lagunya mas Adif Marhaendra di cover juga sama mb Niken," tulis @ayutyasky_3543.


"Berikut Lirik dan Artinya Lagu 'Wulan Wulangun' Adif, Niken Salindy hingga Shinta Arsinta:"


Sengsem lamun sumandhing...

(Sesuatu kebahagiaan jika bersanding)

Sengseming jiwa rinajut mring tresna...

(Kebahagiaan jiwa yang terajut oleh cinta)

Nalika nggegem tanganmu...

(Ketika menggenggam tanganmu)

Mripatmu nyawang mripatku...

(Matamu menatap mataku)

Rina wengi luwih ayu dina iki...

(Siang malam lebih cantik hari ini)


Kembang ati kinasih...

(Bunga hati tercinta)

Dak kanthi angiring lakuning wektu...

(Ku tuntun mengiringi jalannya waktu)

Nembus pilaring mendhung...

(Menembus pilar-pilar awan hitam)

Miyak jembaring awang...

(Menyibak luas angkasa)

Dak kudang ing mega jagad asmara...

(Ku timang di mega dunia asmara)


Tuntun diriku menyibak sepi...

Seperti semua kata kau beri...

Terbang menari mengarungi ujung pelangi...

Berdua nyanyikan nada-nada cinta...


Reff.


Kanthi rasa kabagyan nglaras wirama katresnan...

(Dengan perasaan bahagia menyelaraskan irama cinta)

Akan getar kemesraan hanya kita yang rasakan...

Sumandhing kembang ati rinasa dya dewa dewi...

(Bersanding bunga hati terasa bagai dewa dewi)

Kini bersanding serasi semoga tak kan terganti...


Sawangen mbulan tansah madhangi aku lan sliramu...

(Lihatlah bulan senantiasa menerangi ku dan dirimu)

Sesandhingan ngrerukti janji...

(Bersandingan merawat janji)


Dan bintang-bintang selalu menghiasi...

Bagai kasihmu selalu menyertai...

Di doa-doaku...

Di hari-hariku...

Dimiliki kamu...


(Nur Rohim/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....