Fungsi Kendang Sebagai "Pamurba Irama" Karawitan Jawa

  • 23 Okt 2024 08:57 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Kendang adalah instrumen yang sangat penting dan khas dalam karawitan Jawa, terutama dalam gamelan dan karawitan Jawa. Dalam khasanah Karawitan Jawa, Kendang berfungsi sebagai 'Pamurba Irama' atau Pengatur Irama.

Kendang bertindak sebagai pemimpin ritme dalam ansambel gamelan. Meskipun instrumen seperti: rebab, gender, Slenthem, Bonang, demung, saron, gambang, siter, kenong, kempul, gong, juga penting; namun kendang berperan strategis, dalam menentukan tempo dan dinamika pertunjukan, serta mengarahkan transisi antara bagian-bagian dalam gending (komposisi gamelan).

Kendang merupakan instrumen berbentuk khas, berbahan potongan batang kayu besar (kayu pohon nangka, trembesi, jati, mangga, dan lain-lain) berongga (sebagai resonator), dengan dua sisi berlubang, ditutup kulit kerbau. Dua sisi lingkaran berdiameter besar (disebut 'bem') dan berdiameter kecil (disebut 'kempyang').

Kendang Jawa, terutama kendang ciblon atau sabet, merupakan benda ajaib, karena dapat menghasilkan suara tabuhan yang beraneka ragam. Pemain kendang menggunakan teknik pukulan yang bervariasi dengan tangan kosong, tanpa alat bantu seperti stik.

"Ada berbagai cara memukul bagian kendang (khususnya "kendang ciblon") yang menghasilkan suara berbeda, seperti "thung," tong", " dhe", "tak", "ket", "dang", "dlang", "lung", yang jika pukulan tersebut dikombinasikan akan menghasilkan sekaran-sekaran". kata Topo Martatmo, S.Sn, Selasa (22/10/2024) musisi spesialis instrumen kendang.

Lanjutnya jenis dan ukuran kendang dalam karawitan Jawa, beragam. Selain kendang ciblon, terdapat beberapa jenis kendang lain, seperti 'kendang gêndhing' (kendang besar untuk gending utama), dan kendang kecil atau ketipung. Masing-masing kendang tersebut ukuran kendang tersebut memiliki fungsi dan teknik tabuhan yang berbeda-beda.

"Sekaran-sekaran tersebut diantaranya: batangan, pilesan, lampah tiga, ukel pakis, kawilan, ngaplak, dan sebagainya, yang disebut dengan istilah sekaran ciblonan. Kendang sebagai penguasa irama, berperan dalam membentuk pola ritmis yang kaya dan dinamis, ucap Topo.

Selain mengatur tempo (cepat, lambat), kendang melalui tabuhannya juga mengatur keras, lirih, dan seluruh dinamika permainan yang mampu membawa unsur emosional dalam gamelan. Variasi pukulan dan tempo kendang sering kali mencerminkan suasana yang ingin disampaikan dalam suatu gending, seperti kesedihan, kegembiraan, atau ketegangan.

Kendang selain fungsinya sebagai pamurba irama di dalam permainan gending dalam format karawitan orkestra, juga memiliki keterkaitan dengan gerak tari, dan teatrikal seperti wayang orang, wayang kulit, ketoprak. Misalnya dalam pertunjukan tari Jawa, kendang sangat penting untuk mengiringi dan menyelaraskan gerakan penari. Pemain kendang sering kali memahami gerakan tari dan menyesuaikan pukulannya agar sesuai dengan irama dan dinamika gerakan. Hal itu juga berlaku bagi gerak wayang kulit, wayang orang.

"Dengan keunikan-keunikan ini, kendang memiliki peran sentral dalam karawitan Jawa sebagai pengatur irama, pembawa ekspresi musik, dan pengiring tari dan teater tradisional yang harmonis" ujar Topo.

(Ali Marsudi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....