Film Kemah Terlarang, Kisah Nyata dan Keanehan yang Dialami Pemain
- 06 Okt 2024 14:11 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Sejumlah pemain dalam Film Kemah Terlarang hadir dalam screening yang digelar di XXI Yogyakarta. Para pemain pun mengungkapkan sejumlah keseruan saat pembuatan film horor yang berlokasi di Yogyakarta itu.
Pemeran Heru dalam Film Kemah Terlarang Derby Romero mengungkapkan, awalnya ia cukup skeptis terutama ketika ada orang cerita terkait dunia gaib. Namun pada momen pembuatan tersebut cukup janggal baginya.
"Aku percaya dengan dunia gaib, tapi orang cerita biasanya skeptis, apalagi mungkin kalau pernah dengar namanya shooting yang namanya kesurupan ada saja. Nah, biasanya kalau pengalamanku yang kesurupan itu bohong, karena capek saja, jadi waktu itu aku tidak percaya dan masuk tenda nah ternyata benar karena auranya beda banget dan aku sesak nafas di dalam," kata Derby, di XXI Empire Yogyakarta, Sabtu (5/10/2024).
Dalam prosesnya Derbi juga menyebutkan, ketika shooting terdapat beberapa orang yang mengalami kesurupan, sehingga proses syuting harus dihentikan sementara. "Di stop sementara, ada beberapa hal yang dilakukan dulu dan memang yang kesurupan tidak cuman satu, kebetulan," ucap Derby.
Derby pun mengambil pesan dalam film Kemah Terlarang ini, terutama terkait jangan pernah meremehkan terhadap suatu hal serta lebih peduli terhadap budaya lokal dan budaya setempat. "Yang terpenting jangan meremehkan dan jangan egois," ujar Derby.
Derby juga mengungkapkan, banyak pelajaran yang diambil dalam proses shooting ini terutama dalam keterbatasan bahasa daerah atau bahasa jawa krama inggil.

Nayla Purnama sebagai Nayla mengaku adegan yang dimainkan cukup memberikan kesan tersendiri karena memerankan orang yang kesurupan, tetapi minta dikafani. "Itu yang membuat aku tertarik ambil film ini juga, karena kesurupannya beda, terus tantangannya juga buat menunjukkan rasa sedih, marah, takutnya, yang dirasakan yang lebih ke takut karena dikafani bentuknya menyeramkan, dan kebetulan waktu shooting ada kejadian juga," kata Nayla.
Penulis Novel sekaligus pemilik IP kisah Wakhid Nurrokhim menyampaikan, kisah nyata yang ditulis dari berbagai narasumber ini pun diakui hanya disampaikan beberapa penggal cerita, akan tetapi jika dijelaskan tidak masuk dalam logika. Karena banyak yang tidak diceritakan narasumber, tetapi ketika ditulis dalam cerita nyambung.
"Begitu ini menjadi sebuah film, menjadi sebuah novel, narasumber ini bilang, loh mas ini kemarin tidak diceritakan tapi kok kamu bisa nyeritakan itu," kata Wakhid.
Dalam proses penulisan novelnya Wakhid juga mengaku, banyak gangguan yang dihadapi. Sedangkan dalam proses shooting-nya yang cukup menarik ketika dikafani di kejadian nyata adalah kondisi hujan. "Pas kita shooting, pas adegan dikafani, pas kamera sudah stand by itu tiba-tiba hujan, begitu kita keluar dari tempat kita shooting enggak ada hujan, itu yang pertama dan masih banyak kejadian-kejadian lainnya," ucap Wakhid.
Bahkan hal yang di luar logika lainnya diungkapkan Wakhid ketika proses pembuatan tembang yang dibikin sekitar 14 hari sebelum proses shooting Namun, ketika workshop bersama para case dicari orang yang akan menembangkan sebagai sinden. "Lidya yang dimana diperankan oleh Zenia Zein dan yang menarik adalah si Zenia ini pas waktu workshop ngomong sama aku, mas aku itu sudah dengar tembang ini dua bulan sebelum reading, dan itu enggak make sense. Lagu itu, tembang itu benar-benar baru dibuat dan itu satu hal yang enggak masuk di akal," ujar Wakhid
Dikutip dari Instagram Rapi Film, Kemah Terlarang mengisahkan tentang peserta kemah di Yogyakarta pada tahun 2016 yang berkemah selama tiga hari. Namun, pada hari terakhir mulai terjadi keanehan, karena ada salah satu peserta yang mengalami kesurupan. Kekacauan semakin meluas ketika kesurupan merambat ke peserta lainnya. (yan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....