Efesiensi Anggaran Ikut Berdampak pada Sektor Pariwisata
- 17 Mei 2026 11:21 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Utara – Efisiensi anggaran nasional berdampak pada sektor pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara. Pada 2025, tidak ada alokasi untuk pengembangan fisik destinasi wisata maupun penyelenggaraan ajang selancar internasional Afulu Pro.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Utara, Meniato Telaumbanua S.S, M.Sc, mengatakan kebijakan efisiensi anggaran membuat pengembangan sektor pariwisata terhambat.
“Akibatnya, pada tahun ini tidak ada anggaran untuk pengembangan fisik tempat wisata dan tidak ada anggaran untuk menyelenggarakan ajang selancar Afulu Pro,” ujar Meniato, Minggu 17 Mei 2026.
Untuk menyiasati keterbatasan, Dinas Pariwisata meningkatkan koordinasi lintas sektoral. Pada 23 April lalu, dinas menyampaikan dua proposal kepada Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara saat Musrenbang Provinsi.
Proposal pertama terkait pengembangan wisata mangrove. Usulan meliputi perbaikan fasilitas yang mulai rusak seperti jalur pejalan kaki, serta rencana kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa untuk mengolah buah mangrove menjadi keripik, obat, atau camilan khas.
Proposal kedua menyasar sektor kebudayaan. Dinas mengusulkan dukungan sarana bagi Sanggar Ombo di Hilimborodano yang telah berbadan hukum, termasuk bantuan baju penari untuk melestarikan potensi budaya daerah.
Karena anggaran pameran dan acara khusus terbatas, promosi kini difokuskan pada platform digital gratis.
“Kami optimalkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan situs resmi daerah untuk mempromosikan destinasi unggulan,” jelas Meniato.
Ia berharap ajang selancar internasional di Afulu dapat kembali digelar di tahun-tahun mendatang melalui dukungan anggaran dari Kemenpora, pemerintah provinsi, maupun peningkatan kemampuan keuangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....