Sekcab GMKI Gunungsitoli: Emansipasi Harus Jadi Kedaulatan Gagasan
- 21 Apr 2026 15:51 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli- Peringatan Hari Kartini tahun ini dimaknai secara kritis oleh Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Gunungsitoli, Yemima Kristina Gulo. Ia menegaskan bahwa emansipasi perempuan tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kedaulatan berpikir dan keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik.
Dalam keterangannya di Sekretariat GMKI Gunungsitoli, Senin 21 April 2026, Yemima menilai sosok R.A. Kartini merupakan figur revolusioner yang memperjuangkan perubahan melalui pemikiran kritis dan tulisan. Menurutnya, semangat tersebut harus diwarisi oleh perempuan masa kini, khususnya di Kepulauan Nias.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini perempuan masih kerap ditempatkan di posisi marginal dalam ruang diskursus publik. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dinilai masih terbatas, baik dalam lingkungan sosial, pendidikan, maupun pemerintahan.
“Kita harus jujur melihat realitas. Perempuan sering kali hanya dilibatkan sebagai pelengkap, bukan sebagai penentu arah kebijakan. Padahal, emansipasi sejati adalah ketika perempuan memiliki kedaulatan atas gagasannya dan mampu memengaruhi keputusan publik,” ujar Yemima.
Lebih lanjut, ia mendorong perempuan, khususnya kalangan intelektual muda, untuk berani keluar dari zona nyaman dan mulai aktif berkontribusi dalam ruang-ruang strategis. Keberanian berpikir kritis dan menyampaikan ide dinilai menjadi kunci utama dalam memperjuangkan kesetaraan.
Yemima menambahkan, peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi momentum refleksi bersama, bukan sekadar perayaan simbolik. Ia berharap perempuan di Nias dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun masyarakat yang adil dan inklusif melalui kontribusi nyata berbasis pemikiran dan aksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....