Ratusan PTK Nias Barat Ikuti Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Batch 5 dari BBGTK

  • 04 Okt 2026 15:13 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Barat — Sebanyak 120 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Kabupaten Nias Barat mengikuti Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Batch 5 yang diselenggarakan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Wilayah XIV.

Kegiatan tersebut berlangsung di UPTD SMP Negeri 1 Mandrehe dan diikuti Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SLB hingga SMA/SMK se-Kabupaten Nias Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat, Parlinus Gulo, S.Pd., M.Pd mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah Kepulauan Nias yang memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai mitigasi serta kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan pendidikan.

"Selain itu, pelatihan diarahkan untuk mendorong terbentuknya sekolah aman bencana atau sekolah siaga bencana," tuturnya, Jum'at 2 Oktober 2026.

Peserta juga mendapatkan pembekalan dalam penyusunan dokumen rencana aksi serta pelaksanaan simulasi evakuasi bencana yang dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.

"Sejumlah materi diberikan dalam pelatihan, di antaranya pengenalan potensi bencana di Kepulauan Nias, manajemen keadaan darurat di satuan pendidikan, simulasi jalur evakuasi dan pertolongan pertama pada kecelakaan, serta penyusunan dokumen Satuan Pendidikan Aman Bencana," ujarnya.

Selama pelaksanaan, kegiatan Batch 5 berlangsung dengan lancar dan aman serta antusiasme peserta terlihat selama mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik yang diberikan.

"Melalui pelatihan ini, diharapkan para pendidik dan tenaga kependidikan mampu menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, sehingga satuan pendidikan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dan respons yang tepat ketika terjadi bencana," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....