Kota Gunungsitoli Alami Inflasi 4,40% September 2026
- 02 Okt 2026 16:24 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Pada September 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) di Kota Gunungsitoli sebesar 4,40 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,18 pada September 2025 menjadi 117,12 pada September 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho menerangkan Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 14,06 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,83 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,89 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,22 persen, kelompok transportasi sebesar 3,86 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,85 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,59 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,09 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,81 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 0,30 persen. Sedangkan satu indeks kelompok pengeluaran mengalami penurunan, yaitu: kelompok kesehatan sebesar 0,48 persen.
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Gunungsitoli September 2026 sebesar 0,34 persen dan tingkat deflasi year-to-date (y-to-d) Kota Gunungsitoli September 2026 sebesar 1,78 persen.
“Ini perlu kita kawal, sehingga kenaikan inflasi tidak jauh dari interval yang sudah ditentukan. Namun jika kita lihat secara time line-nya, setelah 5 bulan angka inflasi kembali ke angka empat persenan,” ucap Elijoi dan siaran berita statistik melalui Youtube BPS Kota Gunungsitoli, Kamis 1 Oktober 2026.
Elijoi mengungkapkan pada September 2026 secara umum kabupaten/kota IHK di provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi secara month to month, selain itu secara year to date secara umum juga mengalami inflasi kecuali Kota Gunungsitoli. Tingkat inflasi month to month tertinggi terjadi di kota Padang Sidempuan dan terendah terjadi di Kota Medan.
Secara year to date tingkat inflasi tertinggi terjadi di kabupaten Labuhanbatu dan terendah terjadi di Kota Gunungsitoli sedangkan untuk Tingkat inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Sumatera Utara terjadi di Kota Gunungsitoli dan terendah terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 2,29 persen dengan IHK sebesar 114,14.
Page break
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....