Bantaran Sungai Nou Ilir Bersiap Jadi Kampung Kreatif Berbasis Budaya
- 02 Okt 2026 15:07 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli menggelar rapat koordinasi lintas perangkat daerah guna mematangkan persiapan Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota, Kamis 1 Oktober 2026.
Fokus utama persiapan ini tertuju pada Bantaran Sungai Nou di Kelurahan Ilir yang telah lolos penilaian proposal dan dijadwalkan mengikuti verifikasi lapangan pada 7 Oktober 2026. Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya penyempurnaan bahan ekspose, kelengkapan data dukung, serta kesiapan kondisi riil di lapangan agar selaras dengan proposal. Kawasan ini nantinya akan mengusung konsep waterfront ekonomi kreatif berbasis budaya Nias, yang memadukan kerajinan anyaman, ukiran, kuliner lokal, wisata budaya, dan wisata air.
Guna menghadapi tahapan verifikasi, Sekda memimpin rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait. Pertemuan ini mendetailkan persiapan bahan ekspose, kelengkapan data dukung, serta kesiapan lokasi peninjauan. Proses verifikasi sendiri terdiri dari dua agenda utama, yakni Entry Meeting (paparan pemerintah daerah) dan klarifikasi lapangan.
“Agar bahan ekspose Pemerintah Kota Gunungsitoli disempurnakan berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat, dengan koordinasi Bapperida. Selain itu, dilakukan peninjauan lokasi Kampung Kreatif dan persiapan lokasi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi verifikasi lapangan,” ucap Sekda.
Kawasan Bantaran Sungai Nou di Kelurahan Ilir diusulkan menjadi Kampung Kreatif berbasis budaya Nias dan ekonomi lokal dalam proposal yang diajukan. Wilayah ini berciri permukiman padat yang didominasi aktivitas ekonomi informal, namun sangat potensial untuk dikembangkan lebih terarah. Agar kondisi lapangan sesuai dengan rencana dan gambaran pengembangan di proposal, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Bapperida, Camat, dan Lurah saling berkoordinasi dalam mempersiapkan lokasi tersebut.
Dalam mendukung konsep tersebut, proposal ini memuat sejumlah strategi pengembangan yang meliputi penataan boardwalk dan ruang publik, pembangunan dermaga wisata air, alih fungsi fasad rumah menjadi lapak UMKM, serta penguatan kelembagaan ekonomi warga. Seluruh rencana ini diintegrasikan untuk menghubungkan penataan kawasan dengan peningkatan aktivitas ekonomi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Sekda menekankan bahwa kesiapan menghadapi verifikasi membutuhkan sinergi lintas perangkat daerah, khususnya dalam memastikan kesesuaian antara bahan ekspose, data pendukung, proposal, dan kondisi riil di lapangan.
“Bagi Kota Gunungsitoli, usulan Kampung Kreatif di Bantaran Sungai Nou menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Nias. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kreatif, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta menciptakan lingkungan kawasan yang lebih tertata,” tutup Sekda Gunungsitoli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....