Bupati Eliyunus Waruwu Tekankan Integritas kepada 222 Peserta Latsar CPNS
- 02 Okt 2026 12:12 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Barat – Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., membuka Latsar CPNS Formasi 2024 secara virtual, pada Kamis 1 Oktober 2026, yang diikuti sebanyak 222 peserta, terdiri dari 22 golongan II dan 200 golongan III.
Bupati menegaskan Latsar bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi menjadi proses pembentukan integritas, kompetensi, tanggung jawab dan karakter ASN yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Eliyunus meminta peserta menerapkan nilai ASN BerAKHLAK, terus meningkatkan kompetensi, menjaga kepercayaan negara serta menghasilkan proyek aktualisasi yang benar-benar diterapkan dan memberi dampak nyata di tempat tugas masing-masing.
“Latsar bukan sekadar mengikuti pelatihan untuk memenuhi persyaratan administrasi kepegawaian. Lebih dari itu, Latsar merupakan proses pembentukan karakter, sikap, integritas dan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara,” ujar Eliyunus
Menurutnya, para CPNS merupakan energi dan harapan baru bagi percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Nias Barat. Karena itu, dituntut mampu bekerja di tengah berbagai tantangan daerah.
Eliyunus menyebut tantangan tersebut antara lain kondisi geografis dan keterbatasan aksesibilitas, kesenjangan kompetensi dan literasi digital, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, serta keterbatasan anggaran yang menuntut ASN bekerja lebih efektif dan efisien.
Untuk menjawab tantangan itu, Bupati menekankan tiga arah pengembangan SDM aparatur, yakni transformasi digital dan literasi teknologi, pengembangan kompetensi berbasis meritokrasi, serta penguatan integritas dan tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Ia juga mengingatkan peserta untuk mengimplementasikan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
“Jangan pernah menjual kewenangan dan kepercayaan negara kepada Anda. Tingkatkan kompetensi, jadikan belajar sebagai kebiasaan sepanjang karier, dan berikan pelayanan terbaik. Hadir untuk memberikan solusi, bukan menambah masalah,” ucap Eliyunus.
Bupati juga meminta agar proyek aktualisasi yang disusun peserta selama Latsar tidak berhenti sebagai dokumen formalitas untuk memenuhi persyaratan kelulusan namun inovasi tersebut harus benar-benar diterapkan dan memberikan dampak nyata di tempat tugas masing-masing, baik di dinas, badan, puskesmas maupun sekolah.
“Bangun rekam jejak positif. Kinerja dan perilaku saudara akan menentukan kepercayaan organisasi kepada saudara ke depan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....