Wujudkan Madrasah Tanggap Bencana, Kemenag Gunungsitoli Gandeng Basarnas Nias
- 02 Okt 2026 08:38 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Guna meningkatkan kesiapsiagaan, pengetahuan, dan kesadaran terhadap kondisi darurat serta bencana di lingkungan madrasah, Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli melakukan silaturahmi dan koordinasi ke Kantor Basarnas Nias pada Rabu 30 September 2026. Selain membangun sinergi tanggap bencana, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama edukasi dan sosialisasi tindakan keselamatan.
Kepala Basarnas Nias, Putu Arga Sujarwadi, S.H., M.H., bersama jajarannya menyambut kunjungan kerja dari jajaran Kemenag Kota Gunungsitoli. Rombongan tersebut dipimpin oleh Dr. H. Jul Karman Tanjung, M.Pd. (Kepala Kantor) dan Armansyah Zebua, M.Pd. (Kasubbag TU), serta didampingi oleh Tim Kerja KUB, Hukum, Kerja Sama, dan Reformasi Birokrasi yang beranggotakan Muhammad Aziz Nasution, S.Pd.I. dan Hendrik Sri Iman Setia Harefa, S.Th. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan peluang kolaborasi serta pentingnya penguatan edukasi terkait kebencanaan.
Dalam diskusi itu, Kemenag menyoroti perlunya menanamkan pemahaman mitigasi risiko, keselamatan, dan penanganan darurat sejak usia dini. Lingkungan madrasah pun menjadi wadah strategis untuk memupuk kesadaran menjaga diri dan lingkungan sekitar bagi para siswa. Pembekalan ini bertujuan agar peserta didik beserta seluruh warga madrasah tidak panik dan tahu cara merespons kondisi darurat secara tepat.
Dr. H. Jul Karman Tanjung, M.Pd., Kepala Kantor Kemenag Kota Gunungsitoli, berharap Basarnas Nias menjadi mitra strategis dalam mengedukasi warga madrasah. Edukasi ini dinilai penting untuk mengenalkan tugas Basarnas, dasar pencarian dan pertolongan, serta kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, pemahaman ini krusial agar warga madrasah mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.
‘Kolaborasi Kemenag dan Basarnas Nias diharapkan dapat menghadirkan kegiatan edukasi keselamatan yang sesuai dengan kebutuhan madrasah. Upaya bersama ini bertujuan membentuk budaya sadar selamat lewat peningkatan pengetahuan serta kesiapan menghadapi potensi bencana. Melalui peran aktif Basarnas di bidang SAR, madrasah akan mendapatkan pembekalan praktis tentang tata cara penanganan situasi darurat secara tepat,’ ujarnya.
Kementerian Agama Kota Gunungsitoli menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman terkait keselamatan, kesiapsiagaan, dan mitigasi risiko bencana di seluruh lingkungannya. Langkah ini mencakup lingkungan kerja hingga satuan pendidikan guna membangun kesadaran keselamatan sebagai budaya bersama. “Melalui kolaborasi dengan Basarnas Nias, Kemenag berkomitmen untuk terus mengembangkan edukasi darurat demi keselamatan seluruh warga Kementerian Agama Kota Gunungsitoli,’ tutup Kakan Kemenag Gunungsitoli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....