Proyek Jembatan Moawo Picu Kemacetan, Kadus Minta Dishub Turun Tangan

  • 21 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perbaikan Jembatan Moawo di Desa Moawo, Kecamatan Gunungsitoli menyebabkan kemacetan panjang hingga setengah kilometer pada pagi tadi, Senin 21 September 2026.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sekolah dan pegawai dari arah Nias Utara menuju Kota Gunungsitoli dan juga sebaliknya.

Kepala Dusun 1 Desa Moawo, Arisman Aceh, meminta Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Sumut, dan Dinas Perhubungan turun langsung mengatur lalu lintas.

"Kami minta Dishub Kota maupun Provinsi hadir setiap hari di lokasi Jembatan Desa Moawo. Macetnya parah, sampai 500 meter, terutama pagi hari. Ini mengganggu anak sekolah dan pegawai," ujar Arisman kepada RRI.

Ia juga mengkhawatirkan potensi perselisihan antar pengendara jika tidak ada petugas di lapangan.

Menanggapi hal itu, Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Penertiban Dishub Kota Gunungsitoli, Ingatan Zebua, mengatakan pihaknya akan segera menerjunkan personel.

"Kami akan turunkan anggota ke lapangan setelah kegiatan di kantor Wali Kota selesai untuk mengurai kemacetan di Jembatan Moawo," kata Ingatan.

Dishub saat ini sedang menerbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) bagi petugas. Sesuai permintaan pimpinan proyek, kebutuhan awal adalah 2 orang petugas, namun akan dievaluasi dan ditambah jika diperlukan.

"Kami upayakan petugas berjaga mulai pukul 06.00 WIB hingga sore hari," ucapnya.

Terkait hari libur Sabtu dan Minggu, secara aturan formal petugas libur. Namun Dishub tetap berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek untuk tetap menurunkan petugas jika ada kebutuhan mendesak.

Dishub juga mengimbau pengendara roda dua dan roda empat agar mengutamakan keselamatan dan mematuhi petunjuk petugas di lapangan agar tidak menimbulkan kemacetan susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....