Perkokoh Ketahanan Keluarga, Kemenag Bimbing Catin di Fadoro Lasara
- 14 Sep 2026 20:55 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan keluarga, Kementerian Agama Kota Gunungsitoli melalui Penyuluh Agama Kristen kembali mendampingi Calon Pengantin (Catin) di Dusun V, Desa Fadoro Lasara, Kecamatan Gunungsitoli. Pembinaan ini tidak hanya menyentuh sisi sakramen pernikahan, tetapi juga mengedukasi aspek penting lainnya seperti mental, sosial, kesehatan, serta penguatan rohani.
Kegiatan pembinaan di Desa Fadoro Lasara ini dipimpin oleh dua Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Gunungsitoli yakni Sadarman Sarumaha, S.Pd. dan Kristina, S.Th. Dalam pelaksanaannya, mereka berkolaborasi erat dengan Pemerintah Desa Fadoro Lasara, Bidan UPTD Puskesmas, Bidan Desa, serta para Kader setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah krusial untuk menghadirkan pembinaan yang komprehensif bagi para calon pengantin sebagai bekal berharga dalam membina rumah tangga.
“Melalui pembinaan ini, calon pengantin belajar pentingnya kesiapan diri dalam membina rumah tangga. Pernikahan yang kokoh berakar pada komitmen timbal balik untuk saling menghargai, jujur, berkomunikasi dengan baik, dan bertanggung jawab. Bekal kesiapan inilah yang akan menuntun mereka menghadapi pasang surut kehidupan keluarga dengan bijaksana,” ujar Sadarman Sarumaha, Rabu 9 September 2026.
Selain itu, Penyuluh Agama Kristen menekankan betapa pentingnya nilai-nilai iman sebagai fondasi dalam membangun rumah tangga. Pasangan diharapkan menjadikan kasih, kesetiaan, rasa saling menghormati, dan tanggung jawab yang selaras dengan ajaran agama sebagai kompas kehidupan bersama. Melalui dasar rohani yang kokoh ini, setiap keluarga diharapkan mampu menciptakan suasana yang tenang, mendidik, serta menjadi teladan yang baik bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembinaan rohani, tetapi juga menyasar aspek kesehatan secara berkelanjutan. Melalui partisipasi Bidan UPTD Puskesmas, Bidan Desa, dan Kader, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya faktor kesehatan dalam persiapan pranikah. Kolaborasi multisektor ini menjadi bukti nyata bahwa membangun keluarga yang siap dan matang memerlukan pendekatan holistik serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Pembinaan calon pengantin hadir sebagai langkah preventif dan edukatif agar setiap pasangan siap menghadapi tantangan serta memahami hak dan kewajibannya dalam berumah tangga. Menyadari pentingnya hal ini, Kementerian Agama Kota Gunungsitoli melalui Penyuluh Agama Kristen terus mendorong pelaksanaan program secara berkelanjutan langsung di tengah masyarakat. Kehadiran para penyuluh ini diharapkan dapat memperkokoh bimbingan keagamaan sekaligus membawa manfaat nyata bagi keharmonisan keluarga.
“Sinergi lintas sektormulai dari Kementerian Agama, Pemerintah Desa, hingga tenaga kesehatan, kader, dan elemen masyarakat menjadi kunci pengembangan pembinaan calon pengantin. Kemitraan ini bertujuan melahirkan keluarga yang tangguh, sehat secara jasmani, harmonis, dan siap menghadapi dinamika rumah tangga. Dengan begitu, orientasi pembinaan ini bergeser; bukan lagi sekadar persiapan seremonial pernikahan, melainkan strategi terintegrasi untuk membangun ketahanan keluarga yang berdampak positif pada masyarakat,” ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....