Lansia Desa Fodo Diajak Jadi Teladan Iman bagi Keluarga

  • 14 Sep 2026 20:50 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Kementerian Agama Kota Gunungsitoli memperkuat pendampingan spiritual masyarakat dengan menggelar kegiatan Bina Rohani Lansia di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan. Melalui peran aktif Penyuluh Agama Kristen, instansi ini terus berkomitmen memelihara dan membina kehidupan spiritual seluruh lapisan umat, tidak terkecuali kelompok lanjut usia. Kegiatan ini menegaskan kehadiran nyata Kementerian Agama dalam menyentuh kebutuhan rohani masyarakat di tingkat desa.

Boby Terima Jaya Harefa, S.Th., selaku Penyuluh Agama Kristen Kota Gunungsitoli mengajak para lansia untuk senantiasa memelihara iman dan memperteguh pengharapan kepada Tuhan. Dalam pembinaan tersebut, Ia juga mendorong para lansia untuk menikmati masa tua dengan penuh sukacita, rasa syukur, serta tekun dalam beribadah. “Melalui pendampingan ini, para lansia diharapkan tetap semangat dan teguh dalam menjalani hari-hari mereka. Dan melalui pembinaan ini, kami sampaikan bahwa masa tua bukanlah akhir dari segalanya, melainkan fase hidup yang tetap bermakna, memiliki tujuan, dan panggilan mulia di hadapan Tuhan, “ ujarnya, Jumat 11 September 2026.

Melalui pembinaan rohani, Boby mengajak para lansia memperteguh iman dengan tekun berdoa dan merenungkan Firman Tuhan. Para lansia juga diajak untuk tetap terhubung erat dengan keluarga, gereja, dan sesama. Penguatan ini berfokus pada kesehatan emosional dan spiritual agar masa tua dilewati dengan penuh semangat. “Pengalaman hidup para lansia adalah harta yang berharga. Mereka butuh terus didampingi agar tidak kehilangan semangat dan harapan, serta selalu sadar bahwa hidup mereka sangat berarti bagi Tuhan,” kata Boby.

Program Bina Rohani Lansia di Desa Fodo diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Gunungsitoli sebagai wujud pelayanan keagamaan yang humanis, berkelanjutan, dan inklusif. Dipandu oleh Penyuluh Agama Kristen, kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang memungkinkan para lansia saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menguatkan iman bersama.

“Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama bertujuan membentuk generasi lansia yang teguh dalam iman dan berpengharapan kuat kepada Tuhan. Output jangka panjang yang diharapkan adalah para lansia mampu bertindak sebagai mentor dan teladan iman yang kokoh bagi anak, cucu, keluarga, serta warga sekitar,” tutup Boby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....