Sosialisasi EWS Cegah Bullying di SMKN Dharma Caraka Gunungsitoli

  • 13 Sep 2026 14:58 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Selatan menggelar sosialisasi dan implementasi Early Warning System (EWS) di SMK Negeri Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan. Dengan menyasar para siswa sebagai objek pembinaan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mendeteksi secara dini potensi perundungan serta konflik yang berdimensi keagamaan. Langkah strategis ini diambil guna mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan harmonis.

Dalam kegiatan ini, Agen Resolusi Konflik (ARK) Tahun 2023 sekaligus ASN KUA Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kartini Zebua, memaparkan materi mengenai perundungan (bullying) dan intoleransi keagamaan di lingkungan pendidikan. Melalui bantuan infokus, materi disajikan dalam bentuk visual agar para siswa dapat memahaminya dengan lebih mudah dan efektif.

“Edukasi mengenai perundungan tentunya membekali siswa dengan pengetahuan tentang berbagai jenis bullying, termasuk tindakan verbal, fisik, dan cyberbullying. Sekaligus pula memberikan pemahaman penting kepada mereka bahwa bullying merupakan suatu perilaku yang dapat dikategorikan sebagai candaan jika berakibat merugikan, menekan, atau menyakiti perasaan orang lain. Kita berharap, kesadaran ini dapat menumbuhkan sikap hati-hati dalam berinteraksi, sekaligus membangun keberanian siswa untuk mengidentifikasi dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.

Di sisi lain, isu intoleransi keagamaan dibahas dengan fokus pada pentingnya menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan keyakinan. Para pelajar diajak mengenali berbagai indikasi intoleransi, mulai dari pelecehan SARA hingga provokasi di media sosial. Sosialisasi di SMK Negeri Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan ini berjalan sangat interaktif dan disambut hangat oleh para siswa. Selain mendengarkan pemaparan, mereka aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab untuk memahami cara mendeteksi sekaligus meredam potensi konflik di sekolah.

“Melalui pembinaan ini, ditegaskan pula bahwa menghormati keyakinan orang lain sama sekali tidak akan mendegradasi keimanan pribadi. Dialog dua arah ini telah menciptakan suasana yang komunikatif, sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mencurahkan pengalaman sehari-hari,” ucapnya.

Melalui sosialisasi EWS tersebut, KUA Kecamatan Gunungsitoli Selatan berharap para siswa dapat berperan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, toleran, dan bebas dari perundungan. Kemampuan mendeteksi potensi konflik sejak dini diharapkan dapat membantu mencegah berkembangnya persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan di lingkungan pendidikan.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KUA dalam memperkuat pembinaan generasi muda agar memiliki karakter, kepedulian sosial, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....