Bupati Nias Barat Dorong Pariwisata Naik Kelas 2027-2029

  • 11 Sep 2026 13:37 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Barat — Setelah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan, Bupati Nias Barat melanjutkan safari pembangunan dengan mengunjungi Kementerian Pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt.,M.Si, bersama rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, bersama jajaran Kementerian Pariwisata.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, Bambang Cahyo Murdoko, Firnandi Gufron, Budi Supriyanto, Kusdiana Lusi Kartikasari, serta perwakilan Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara.

Dalam pertemuan itu, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menyampaikan berbagai potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Nias Barat.

"Nias Barat memiliki garis pantai lebih dari 60 kilometer, 16 desa wisata yang telah ditetapkan, serta kekuatan wisata bahari, alam dan budaya yang dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan destinasi wisata kepulauan," ujarnya, Kamis 10 September 2026.

Namun demikian, Bupati juga menyampaikan tantangan yang dihadapi, khususnya terkait penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 45.463 orang, kemudian turun menjadi 15.435 orang pada 2025 dan kondisi ini menjadi salah satu dasar Pemerintah Kabupaten Nias Barat mendorong adanya arah pengembangan Nias Barat Pariwisata Naik Kelas 2027-2029 melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Nias Barat mengusulkan enam tindak lanjut kemitraan strategis untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata.

Salah satunya adalah menjadikan Nias Barat sebagai lokasi prioritas destinasi bahari melalui program Integrated Creative Island di klaster Asu–Hinako.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong penguatan kesiapan destinasi, khususnya pada aspek fasilitas dasar, sanitasi dan keselamatan wisatawan.

Pemkab Nias Barat juga menargetkan reaktivasi 16 desa wisata melalui penguatan tata kelola berbasis digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata serta perluasan akses pasar melalui promosi nasional dan kegiatan familiarization trip (famtrip).

Bupati menilai, pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

"Ketika kunjungan wisatawan meningkat, sektor penginapan, kuliner dan transportasi lokal ikut bergerak. Di sisi lain, pelaku UMKM memperoleh pasar yang lebih luas, produk ekonomi kreatif semakin terserap dan aktivitas ekonomi desa turut berkembang," ucapnya.

Bupati menegaskan, kunjungan ke Kementerian Pariwisata merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nias Barat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

"Hari ini kita telah safari pembangunan di tiga kementrian. Kita akan terus mengawal, membangun kolaborasi dan komunikasi kepada pemerintah pusat untuk membawa semakin banyak peluang untuk Nias Barat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....