Ketua Dekranasda Gunungsitoli Dorong Generasi Muda Lestarikan Anyaman Sinasa

  • 08 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Kekayaan budaya khas Gunungsitoli, anyaman sinasa, memiliki potensi pasar yang sangat tinggi, namun pasokannya terkendala oleh minimnya jumlah tenaga perajin. Menanggapi tantangan ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli mengambil langkah aktif melalui kunjungan langsung ke Desa Tradisional Tumòri, Kecamatan Gunungsitoli Barat.

Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan, Dafril Hulu, SE, melihat langsung proses pembuatan kerajinan tersebut. Kunjungan kerja ini bertujuan memotivasi regenerasi perajin anyaman sinasa, sekaligus menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dalam menjaga kelestarian budaya dan mendongkrak ekonomi local.

Nilai budaya dan potensi ekonomi yang menjanjikan dari anyaman sinasa membuat situasi saat ini menjadi sorotan serius. Karena jumlah perajin yang masih terbatas, pemenuhan pasar menjadi kurang optimal, padahal sektor kriya ini berpeluang besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menanggapi hal itu, Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli menekankan bahwa regenerasi perajin adalah langkah strategis yang mendesak. Keahlian tradisional ini perlu diwariskan kepada generasi muda agar kelestarian budaya tetap terjaga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang lebih produktif dan kompetitif.

“Kita harus memanfaatkan besarnya minat terhadap anyaman sinasa sebagai sebuah peluang. Kami mengajak masyarakat dan generasi muda untuk menekuni kerajinan ini sebagai perajin. Dengan begitu, tradisi ini tetap terjaga sekaligus mampu berkembang mengikuti permintaan pasar yang terus ada,” ujar Ny. Venny.

Menurutnya, sejalan dengan arah pembangunan Kota Gunungsitoli, sektor kerajinan lokal terus diperkuat untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bermartabat dan berbudaya. Melalui Dekranasda, wadah pembinaan, pelatihan, dan pendampingan bagi para perajin akan terus ditingkatkan. “Pendekatan ini mencerminkan komitmen terhadap tata kelola pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, sekaligus membangun fondasi ekonomi kreatif yang padu dan berkelanjutan. Dengan memadukan pelestarian tradisi, peningkatan mutu SDM, dan pemanfaatan kearifan lokal, anyaman sinasa diharapkan berkembang menjadi identitas budaya yang menyejahterakan masyarakat demi Gunungsitoli,” tutup Ketua Dekranasda Gunungsitoli.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....