Pasca Banjir Sungai Lahomi, Sejumlah OPD Nias Barat Turun Tangani Dampak Bencana
- 07 Sep 2026 10:08 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Barat - Pemerintah Kabupaten Nias Barat bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak Sabtu 5 September 2026 hingga Minggu dini hari 6 September 2026.
Luapan sungai Lahomi merendam permukiman warga, persawahan dan berdampak pada sejumlah infrastruktur diantaranya Desa Sisobambowo, Bawadasi, Desa Sitolubanua, Desa Iraonogaila, Desa Onowaembo, Desa Tiga Serangkai, Desa Orahili dan Desa Gunung Cahaya.
Salah satu dampak cukup parah terjadi di sekitar Jembatan Sungai Lahomi. Jembatan Gantung di Desa Onowaembo dilaporkan rusak total, sementara longsor terjadi di tebing sungai dan bagian abutmen jembatan.
"Longsor dipicu gerusan arus sungai serta aktivitas penggalian pasir ilegal di sekitar lokasi," ujar salah seorang pegawai BPBD.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Nias Barat menjalankan instruksi Bupati Nias Barat dengan turun bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Barat untuk melakukan verifikasi dan inventarisasi kerusakan jalan, jembatan, drainase dan infrastruktur lainnya.
Hasil pendataan akan menjadi dasar penyusunan laporan serta strategi penanganan dan pemulihan sementara dinas sosial juga telah turun melakukan verifikasi data warga terdampak.
Pemkab Nias Barat tengah mengajukan pengisian Lumbung Sosial kepada Kementerian Sosial untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan Tim Kemensos direncanakan datang ke Nias Barat untuk mendukung penanganan pascabencana.
Sementara itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Nias Barat melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, khususnya di wilayah Bawadasi, Onowaembo, Tiga Serangkai dan Gunung Cahaya.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan juga menurunkan tim untuk mendata dampak banjir terhadap sektor pertanian dan peternakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan terhadap kerugian di sektor tersebut.
Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas telah meninjau sejumlah lokasi terdampak. Hingga Minggu malam belum ditemukan korban maupun gangguan kesehatan akibat banjir. Namun, petugas kesehatan tetap disiagakan dan beberapa posko kesehatan direncanakan dibuka pada Senin 7 September 2026.
BPBD Nias Barat memastikan pemantauan, pendataan dan koordinasi terus dilakukan. Data kerusakan dan kerugian masih bersifat sementara serta akan diperbarui berdasarkan hasil asesmen lanjutan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Nias Barat menegaskan penanganan dilakukan secara terpadu lintas OPD, mulai dari penanganan kebencanaan, kebutuhan dasar masyarakat, kesehatan, pertanian, lingkungan hingga percepatan pemulihan infrastruktur terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....