Tim KKL SESKOAD Kembali ke Jakarta Bawa Hasil Penelitian Karbak

  • 29 Agt 2026 20:26 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) bersama peneliti dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Universitas Nias (UNIAS), resmi mengakhiri rangkaian kunjungan di Kepulauan Nias dan kembali ke Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelitian dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Karya Bakti (Karbak) TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026, sekaligus melihat secara langsung manfaat program bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Nias.

Selama berada di Nias, tim meninjau sejumlah sasaran program, di antaranya pembangunan jembatan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta sarana air bersih berupa sumur bor. Peninjauan juga dilakukan melalui wawancara dengan masyarakat penerima manfaat.

Dosen UGM, Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., mengatakan hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya dampak positif pembangunan jembatan terhadap aktivitas masyarakat, terutama mobilitas, pendidikan, serta kegiatan perekonomian.

Menurutnya, keberadaan jembatan membantu masyarakat tetap beraktivitas ketika sebelumnya mobilitas kerap terganggu akibat banjir.

Sementara itu, Mahasiswi UGM sekaligus Asisten Peneliti Program Studi Magister Ilmu Ketahanan Nasional, Gabriella Patricia, menilai penyediaan sumur bor melalui program Bina Bakti TNI memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

" Kondisi geografis Kepulauan Nias dengan sejumlah wilayah perbukitan menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Dengan adanya sumur bor, masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada air hujan maupun air sungai " Ujarnya

Hal serupa ditemukan Mahasiswi UMSU Medan, Elfa Safira, dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, saat melakukan wawancara dengan penerima manfaat pembangunan RTLH.

Ia menyebut, sejumlah warga sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi atap bocor, dinding berlubang, serta lantai yang tidak layak. Setelah mendapatkan bantuan, warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Sementara itu Komandan Kodim 0213/Nias, Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., mengatakan kegiatan KKL tersebut diharapkan memberikan pengalaman dan gambaran faktual kepada para Perwira Siswa SESKOAD serta mahasiswa mengenai kondisi kewilayahan dan pelaksanaan program TNI AD di tengah masyarakat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelitian dan evaluasi.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan analisis dan wawasan kewilayahan di masa mendatang.

" Hasil penelitian dan berbagai temuan selama berada di Kepulauan Nias selanjutnya diharapkan menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk pengembangan program Bakti TNI, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan serta pembangunan di wilayah Kepulauan Nias " Ucap Dandim mengakhiri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....