Peringatan Maulid Nabi: Momentum Teladani Akhlak Rasul bagi Generasi Muda

  • 25 Agt 2026 13:48 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perayaan Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah. Maknanya menjadi bentuk ekspresi kegembiraan, penghormatan, serta rasa syukur atas lahirnya Rahmatan Lil Alamin yang membawa ajaran Islam bagi seluruh alam. Perayaan Maulid Nabi juga menjadi momentum penting untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan memperkuat karakter generasi muda di era modern.

“Maulid Nabi ini kan memperingati sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tujuannya untuk mengenang kembali sejarah nabi kepada generasi-generasi muda, dimana di setiap zaman kanada generasi-generasi yang baru. Hikmahnya, dengan adanya peringatan Maulid Nabi ini, para generasi muda menjadi tahu siapa sosok Nabi Muhammad yang mereka ucapkan di kalimat Syahadat. Dan dengan adanya perayaan Maulid Nabi Muhammad khusus di kalangan generasi umat Islam mereka mengenal kembali sosok Nabi Muhammad SAW, bukan hanya tentang sejarah kelahirannya tetapi juga bisa mendalami akhlak dan ajaran Nabi Muhammad SAW,” ujar Imam Akbar, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurutnya, peringatan atau perayaan Maulid Nabi menjadi momen yang terpuji bagi anak muda untuk merenungkan kembali perjuangan Islam serta meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui selawat dan pembacaan Al-Qur'an.

Disisi lain, ujarnya, perayaan Maulid Nabi di jaman sekarang juga senantiasa terlihat tetap berlangsung sesuai syariat, tanpa ada kegiatan yang menyimpang dari ajaran agama. Perayaan Maulid Nabi di zaman sekarang umumnya diisi dengan kegiatan keagamaan yang positif, seperti Mendengarkan ceramah tentang teladan, akhlak, dan sejarah hidup Nabi serta Memberikan makanan kepada fakir miskin sebagai wujud syukur.

“Perayaan Maulid Nabi di jaman sekarang ini masih relatif sama seperti pada saat momen Tabligh Akbar baik di lapangan terbuka ataupun masjid-masjid. Tidak ada kegiatan yang menyimpang dari ajaran agama. Perayaan Maulid biasanya diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran, ceramah agama, diskusi tentang agama dan lainnya yang sesuai dengan syariat agama Islam,” ucapnya.

Ustad Imam Akbar menegaskan, Perayaan Maulid Nabi harus selalu menjaga kemurnian niat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, bukan melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....