Bulan Maulid, Momen Pererat Silaturrahmi Teladani Akhlak Rasulullah

  • 22 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Memasuki bulan Rabiul Awal yang sarat dengan momentum kecintaan kepada Nabi Muhammad , Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Jami’ Nur Karya, Desa La’aya, Kecamatan Tuhemberua, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengajak umat menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Penghulu KUA Kecamatan Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama, S.Sos., bertindak sebagai khatib dengan membawakan khutbah Jumat bertema “Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?”. Dalam khutbahnya, Ia mengajak jamaah untuk tidak memaknai bulan Maulid sebatas dengan memperbanyak shalawat dan mengenang kisah kelahiran Rasulullah, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki akhlak diri.

Mengawali khutbah, Betha menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan. Cinta yang sejati harus melahirkan keinginan untuk mengikuti dan meneladani sosok yang dicintai. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. dalam QS. Ali ‘Imran ayat 31 yang menegaskan bahwa bukti cinta kepada Allah adalah mengikuti Rasulullah.

“Jangan sampai kita begitu mudah mengatakan mencintai Rasulullah, tetapi akhlak dan perilaku kita masih jauh dari keteladanan beliau. Cinta kepada Nabi harus terlihat dalam cara kita berbicara, bersikap, memperlakukan orang lain, dan menjalani kehidupan,” ujar Betha.

Lebih lanjut, Ia menguraikan beberapa akhlak mulia Rasulullah yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya menjaga lisan, menahan amarah, tidak membalas keburukan dengan keburukan, serta belajar memaafkan dan berlapang dada. Keteladanan tersebut, menurutnya, menjadi cermin penting bagi umat dalam membangun hubungan yang harmonis, baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Selain kelembutan dan kelapangan hati, jamaah juga diajak meneladani kedermawanan Rasulullah. Rezeki yang Allah titipkan, kata Betha, tidak semestinya hanya dinikmati untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membantu saudara yang membutuhkan. “Tidak harus menunggu kaya untuk berbagi. Jadikan tangan kita ringan untuk memberi dan membantu sesama,” ucapnya.

Dalam khutbah tersebut, Betha juga mengingatkan pentingnya menghargai dan memberikan perhatian kepada orang lain, sebagaimana Rasulullah memberikan teladan dalam berinteraksi dengan setiap orang. Mendengarkan ketika seseorang berbicara, memberikan perhatian, tidak meremehkan, dan membuat orang lain merasa dihargai merupakan bentuk sederhana dari akhlak mulia yang dapat diterapkan oleh siapa saja.

Menutup khutbahnya, Betha mengajak jamaah menjadikan bulan Rabiul Awal bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi sebagai titik awal untuk melakukan perubahan. “Mari kurangi ucapan yang menyakiti, tahan amarah, mudah membantu, belajar memaafkan, dan biasakan menghargai orang lain. Sebab, menjadi umat yang mencintai Rasulullah bukan hanya tentang seberapa sering kita menyebut nama beliau, tetapi seberapa jauh kita berusaha mengikuti akhlak beliau,” kata Betha.

Melalui Safari Jumat ini, KUA Kecamatan Tuhemberua terus berupaya menghadirkan dakwah yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Momentum Maulid Nabi diharapkan menjadi ruang refleksi bersama untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerjemahkannya dalam akhlak, kepedulian, dan perbuatan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....