BNKP Denninger Hadirkan Pendiri Yayasan Gozena untuk Bina Remaja Katekisasi
- 17 Agt 2026 20:24 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Gereja BNKP Denninger mengambil bagian dalam memberikan ruang edukasi bagi generasi muda dengan menghadirkan Founder Yayasan Gozena Bangkit Berkarya, Rido Favorit Saronitehe Waruwu, sebagai pemateri dalam kegiatan pembinaan remaja mengenai “Dampak Penyalahgunaan Digitalisasi bagi Remaja”, Minggu 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 31 anak siswa katekisasi sidi. Kehadiran kegiatan edukatif ini menjadi salah satu bentuk perhatian gereja terhadap perkembangan dan tantangan yang dihadapi anak-anak remaja di tengah kemajuan teknologi digital.
Bagi Gereja BNKP Denninger, pembinaan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual dan keagamaan, tetapi juga perlu menyentuh berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi remaja dalam konteks perkembangan zaman. Salah satunya adalah bagaimana membekali mereka agar mampu menggunakan teknologi dan media digital secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, gereja berupaya menghadirkan wadah pembelajaran dan diskusi yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini, salah satunya dengan menghadirkan pemateri atau trainer yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi muda melalui Yayasan Gozena Bangkit Berkarya.
Dalam pemaparannya, Rido Favorit Saronitehe Waruwu menjelaskan bahwa teknologi digital pada dasarnya memberikan banyak manfaat bagi pendidikan, komunikasi, kreativitas, dan pengembangan diri. Namun, apabila digunakan tanpa pemahaman dan pengendalian diri yang baik, digitalisasi juga dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan remaja.
“Teknologi digital bukan sesuatu yang harus kita takuti, tetapi harus kita pahami dan gunakan dengan bijak. Remaja perlu dibekali kemampuan untuk membedakan mana yang baik, mana yang berisiko, dan mana yang dapat memberikan dampak negatif bagi dirinya maupun orang lain,” ujar Rido.
Sejumlah persoalan yang dibahas dalam kegiatan tersebut antara lain cyberbullying, penipuan online dan phishing, jejak digital, serta paparan konten negatif dan konten yang tidak sesuai dengan usia.
Materi tidak disampaikan secara satu arah. Para peserta dilibatkan dalam proses pembelajaran melalui brainstorming, diskusi interaktif, penyampaian pendapat, serta studi kasus yang menggambarkan situasi yang dapat mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Para remaja juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital, melindungi data dan privasi pribadi, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta memahami bahwa setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan jejak digital.
Rido menegaskan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang kritis dan bertanggung jawab.
“Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan bertanggung jawab. Ruang digital seharusnya dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, membangun relasi yang positif, dan mengembangkan potensi diri,” ucapnya.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Gereja dapat menjadi ruang yang tidak hanya membina kehidupan spiritual, tetapi juga menyediakan edukasi dan pendampingan terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi anak dan remaja.
Dengan menghadirkan pemateri dari Yayasan Gozena Bangkit Berkarya, Gereja BNKP Denninger memberikan kesempatan kepada para remaja untuk memperoleh wawasan dari perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan mereka.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap para peserta katekisasi sidi semakin mampu menggunakan teknologi secara positif serta memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan orang lain di ruang digital. Kolaborasi antara gereja, lembaga pendidikan, yayasan, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan generasi muda menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya remaja yang berkarakter, cerdas secara digital, kritis dalam menerima informasi, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi,” ujar Rido mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....