KUA Tuhemberua Sukses Gelar Edukasi Lingkungan Hidup untuk Siswa SMKN

  • 17 Agt 2026 13:17 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Upaya menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup sejak dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Penyuluh Agama Kristen KUA Tuhemberua, Marihot P. Sirait, S.Th., mengajak siswa-siswi SMKN 2 Tuhemberua untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Pesan tersebut disampaikan Marihot saat menjadi pemateri dalam kegiatan pembinaan bagi siswa-siswi kelas X-TKJ SMKN 2 Tuhemberua.

Dalam kegiatan tersebut, Ia membawakan tema “Cinta Lingkungan Berbasis Ekoteologi”. Dalam pemaparannya, Marihot menjelaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termask pelajar. Menurutnya, manusia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

“Menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia. Karena itu, mari kita mulai dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan sampah plastik, memilah sampah, serta memanfaatkan kembali sampah organik dan anorganik yang masih memiliki nilai guna,” ujar Marihot, Senin 10 Agustus 2026.

Ia juga mengimbau para siswa agar semakin peduli terhadap keberadaan hutan dan penghijauan. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah dengan kembali aktif menanam pohon, khususnya di wilayah yang rawan mengalami bencana alam seperti longsor.

“Menanam pohon bukan hanya untuk memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan alam dan mengurangi risiko bencana. Karena itu, jangan menebang pohon atau hutan secara sembarangan,” katanya.

Lebih lanjut, Marihot memperkenalkan konsep ekoteologi kepada para pelajar. Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui pemahaman tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya melihat lingkungan dari sisi manfaatnya bagi manusia, tetapi juga menyadari bahwa menjaga alam merupakan bagian dari panggilan moral dan spiritual.

“Pengenalan ekoteologi kepada pelajar menjadi penting karena para siswa merupakan bagian yang akan menentukan keberlanjutan lingkungan pada masa mendatang. Kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak sekolah, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi plastik sekali pakai, melakukan penghijauan, dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten,” ucap Marihot.

Marihot mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMKN 2 Tuhemberua, Lily Adriani Nazara, S.Pd., M.Si beserta seluruh guru yang telah memberikan ruang dan waktu sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama (Asta Protas Kemenag), khususnya dalam mendorong penguatan kepedulian umat beragama terhadap kelestarian lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat mencintai lingkungan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi bagian dari karakter siswa yang peduli, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian penting dari kehidupan bersama,’ ujarnya mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....