Masjid Didorong Jadi Pusat Edukasi dan Pelopor Kelestarian Lingkungan

  • 15 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Komitmen menjadikan masjid sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan terus diperkuat. Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua yang dihadiri oleh Betha Nugraha Pratama, S.Sos., mengikuti webinar bertajuk “Ekoteologi dalam Aksi: Menjadikan Masjid Pelopor Transisi Energi dan Ramah Lingkungan” melalui Zoom Meeting, Jumat 14 Agustus 2026

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diimplementasikan dalam gerakan pelestarian lingkungan. Masjid memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nyata penerapan perilaku ramah lingkungan, mulai dari efisiensi penggunaan energi hingga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam.

“Keikutsertaan kami dalam webinar ini menjadi bagian dari upaya KUA Tuhemberua untuk terus memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan program strategis di bidang kemasjidan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung penguatan peran masjid di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan,’ ucap Betha.

Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah tersebut mengangkat gagasan penting tentang peran masjid dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Masjid didorong untuk tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.

Masjid bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga dapat menjadi rumah bagi gerakan menjaga bumi. Melalui semangat ekoteologi, masjid diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih sehat, hemat energi, dan berkelanjutan.

“Melalui tema ekoteologi dalam aksi, kegiatan ini berupaya mendorong pengelola dan masyarakat di sekitar masjid untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga lingkungan, sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Betha.

Webinar menghadirkan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Dr. H. Arsad Hidayat, M.A., sebagai keynote speaker. Sementara itu, materi disampaikan oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Aldy Permana, S.Kom., MPA., Direktur Program MOSAIC, dan Nurul Badruttamam, Kasubdit Kemasjidan. Webinar dipandu oleh Siti Masyitoh, Analis Hukum Ahli Pertama pada Subdit Kemasjidan, sebagai moderator.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....