Kebutuhan Dapur MBG Nias Utara Capai 250 Kg Ayam per Hari, DPRD Sebut Peluang Emas
- 12 Agt 2026 16:45 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Utara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nias Utara membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap minggu. Kondisi ini dinilai Ketua DPRD Nias Utara Yaaman Telaumbanua sebagai peluang emas bagi petani dan UMKM lokal untuk berkembang.
Berdasarkan data kebutuhan satu dapur MBG, pasokan harian sangat tinggi. Untuk daging ayam saja dibutuhkan 200 kg – 250 kg per hari penyajian. Jika menu ayam disajikan dua kali dalam seminggu, total kebutuhannya bisa mencapai 200 kg – 500 kg per minggu. Komoditas lain juga tidak kalah besar. Kebutuhan buah pisang manis atau pisang berangan mencapai 60 pokok atau tandan per hari untuk melayani 2.000 hingga 3.000 porsi. Dalam seminggu bisa tembus 120 pokok atau tandan.
Untuk buah semangka, dapur MBG membutuhkan 200 kg – 250 kg per hari penyajian. Jika disajikan dua kali seminggu, totalnya 500 kg atau 0,5 ton per minggu.
Sayur-sayuran seperti kangkung juga jadi kebutuhan utama. Satu dapur memerlukan sekitar 230 kg sayur per hari dan harus dipasok secara terus-menerus setiap minggu.
Melihat besarnya kebutuhan itu, Yaaman mengimbau petani agar mengubah pola tanam. Ia meminta petani tidak lagi menanam dengan skala kecil atau coba-coba seperti hanya 10 pohon cabai atau 2 pohon pisang.
“Fokuskan lahan secara penuh untuk skala bisnis. Dengan begitu petani bisa memenuhi kebutuhan dapur MBG dan mendapatkan keuntungan berkelanjutan,” ujarnya Rabu 12 Agustus 2026.
Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan dukungan. Petani bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta. Pengurusan izin usaha kini dipermudah secara online melalui OSS. Syarat utamanya adalah memiliki profil usaha, rencana usaha yang jelas, kepastian lahan, dan target pasar.
Bagi petani yang mengalami kesulitan teknis, bisa berkonsultasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di setiap kecamatan untuk mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian.
Yaaman berharap, dengan terpenuhinya pasokan dari petani lokal, program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat Nias Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....