Dinkes Gelar Skrining, Warga Binaan Lapas Gunungsitoli Bersih Dari Tuberkulosis

  • 04 Agt 2026 11:09 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Kelas IIB Gunungsitoli bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli melaksanakan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat deteksi dini penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), sekaligus memastikan setiap Warga Binaan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak, berkualitas, dan berkesinambungan, Senin 3 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Kasi Binadik dan Giatja, Kasubsi Perawatan beserta jajaran, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli bersama tim tenaga kesehatan yang bertugas melaksanakan skrining dan pemeriksaan kesehatan.

Pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya kasus Tuberkulosis di lingkungan Lapas, memutus mata rantai penularan penyakit menular, meningkatkan kesadaran Warga Binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, serta memperkuat sinergi antara Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu langkah preventif guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan Warga Binaan secara optimal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli. Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli atas dukungan dan kerja sama yang terus terjalin dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap Warga Binaan yang wajib dipenuhi.

“Karena itu, pelaksanaan skrining TB dan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah strategis dalam memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan tetap terpantau serta sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyebaran penyakit menular di dalam Lapas,” ucap Kalapas seperti dilansir dari media sosial Lapas Gusit Nias.

Lebih lanjut, Kalapas mengajak seluruh Warga Binaan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan secara tertib, serta terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek kepribadian dan kemandirian, tetapi juga dari kondisi kesehatan yang baik sehingga Warga Binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Everoni Mendrofa, SKM., M.Kes, mengemukakan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit prioritas nasional yang memerlukan perhatian bersama. Oleh sebab itu, pelaksanaan tracing dan skrining kesehatan secara aktif sangat penting dilakukan, terutama pada lingkungan dengan tingkat interaksi yang tinggi seperti Lapas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap seluruh peserta, diperoleh hasil nihil, sehingga tidak ditemukan Warga Binaan yang terindikasi Tuberkulosis maupun memerlukan tindak lanjut pemeriksaan lanjutan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Warga Binaan yang mengikuti kegiatan berada dalam keadaan baik dari aspek skrining Tuberkulosis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....