Bangunlah Keluarga Diatas Batu Penjuru, Yaitu Kristus

  • 02 Agt 2026 11:12 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Tuhan mau keluarga orang Kristen bukan hanya sekedar keluarga yabg diberkati tetapi keluarga yang hidup dalam perjanjian dengan Allah.

Demikian disampaikan Pastor Lucky Deri Putra Harefa saat mengawali khotbahnya di Ibadah Raya Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 2 Agustus 2026.

Kristus satu-satunya Batu Penjuru yang tidak pernah gagal

Paulus menggambarkan gereja sebagai sebuah bangunan rohani. Gereja dibangun diatas batu penjuru atau Kristus. Namun demikian ada juga yang membangun di atas batu penjuru yang benar namun ada juga diatas batu penjuru yang salah. Jika di bangun diatas batu penjuru yang benar maka bangunannya akan kokoh. Namun jika dibangun diatas uang, diatas kesuksesan.

"Siapa batu penjuru kita? Kristus atau jangan-jangan pasangan kita, orangtua kita atau siapapun manusia. Bahkan ada yang dibangun diatas ego, atas dirinya sendirinya. Hanya ketika Kristus jadi batu penjuru kita, maka hidup kita akan kokoh sampai akhirnya" ucapnya.

Ia mengajak jemaat untuk menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam apapun keputusan, bukan hanya keputusan besar tetapi juga keputusan-keputusan kecil setiap hari. Menjadikan Kristus sebagai batu penjuru berarti menjadikan fitman Tuhan sebagai patokan dalam setiap keputusan.

Batu Penjuru Dalam Keluarga

Kristus adalah batu penjuru artinya Kristus harus ditaruh di paling awal ketika kita membangun sebuah rumah tangga. Saat kita menaruh Kristus di tempat utama, sebenarnya kita sedang membawa keluarga kita masuk ke dalam perjanjian dengan Tuhan.

Batu Pengurus Menjadi Patokan Sehingga Bangunan Tetap Bisa Lurus

Pastor Lucky mengatakan jarang ada keluarga hancur karena satu keputusan besar. Tetapi biasanya dimulai dari hal-hal yang dianggap kecil.

"Jangan tolerir hal-hal kecil, karena segala sesuatu yang dikompromi akan menjadi kebiasaan.

Batu Penjuru Menjadi Titik Persatuan Dua Sisi Bangunan

Suami istri boleh berbeda tetapi harus ada satu titik temu yang menyatukan yakni Kristus.

"Rumah tangga menjadi kuat karena ketika tidak sepakatpun, mereka tetap sama-sama tunduk kepada Kristus," ucap Ps. Lucky.

Batu Penjuru Memang Tidak Terlihat Tetapi Menopang Semuanya

Ada bagian yang jauh lebih penting yakni hal-hal rohani yang tidak terlihat. Yakni kehidupan doa suami dan istri juga mezbah keluarga, warisan iman, ini tidak terlihat dan jarang orang memujinya.

"Bangunlah keluarga kita diatas batu penjuru yakni Kristus. Bangun mezbah keluarga, investasi waktu untuk berdoa bersama," katanya.

Pastor Lucky selanjutnya memimpin perjamuan kudus yang diikuti oleh puluhan jemaat dan pelayan Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....