Drainase Tersumbat Kendala Penanganan Jalan Nasional Kabupaten Nias
- 02 Agt 2026 06:14 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Kabupaten Nias - Kejadian banjir di sejumlah titik si Kabulaten Nias tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi saluran drainase dan gorong-gorong yang tersumbat atau ditutup secara permanen oleh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam penanganan banjir maupun pemeliharaan Jalan Nasional.
Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., saat meninjau langsung sejumlah lokasi infrastruktur yang terdampak longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Nias dengan didampingi Bupati Nias, Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., Sabtu 1 Agustus 2026.
Hanggodo meninjau ruas Jalan Nasional Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan. Selanjutnya, rombongan meninjau ruas Jalan Nasional KM 47, Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato, selanjutnya ke Desa Tuhembuasi, Kecamatan Sogaeadu, untuk melihat kondisi lokasi longsor serta kawasan yang terdampak genangan dan banjir di Desa We'a We'a, Kecamatan Sogaeadu.
“Kami berharap kepada masyarakat, kalau menutup parit atau gorong-gorong jangan dibeton mati. Kalau sudah dibeton, akan sangat sulit dibongkar ketika dilakukan perbaikan atau pembersihan. Itu yang menjadi salah satu kendala di lapangan,” ucap Menteri PU seperti dikutip dari niaskab.go.id.
Untuk meningkatkan kapasitas aliran air, Menteri PU menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan penambahan saluran drainase dan gorong-gorong di sisi kiri maupun kanan Jalan Nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air, mengurangi genangan, serta mencegah terjadinya banjir berulang ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Menteri PU juga memastikan bahwa penanganan infrastruktur pada sejumlah lokasi terdampak telah mulai dilakukan. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta agar edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan, khususnya mengenai pentingnya menjaga fungsi saluran drainase dan tidak menutup gorong-gorong secara permanen.
Hal tersebut dinilai penting karena sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik dapat menghambat aliran air, mempercepat kerusakan badan jalan, serta menyulitkan proses pemeliharaan dan penanganan oleh pemerintah.
Menteri PU menegaskan bahwa kegiatan preservasi jalan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi Jalan Nasional agar tetap aman, mantap, dan dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....