Tiga Bangunan Terbakar di Gunungsitoli, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

  • 29 Jul 2026 19:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Tiga bangunan yang terdiri atas dua unit rumah dan satu unit rumah kos terbakar di Gang Ikhsan, Dusun II, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Rabu 29 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.

Kasat Samapta Polres Nias, AKP Budi Setiawan, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari bagian atap rumah milik Samawia Gea alias Ina Leli Harefa sebelum kemudian merambat ke dua bangunan lainnya.

AKP Budi Setiawan mengatakan, setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut, dirinya bersama personel Sat Samapta Polres Nias segera menuju lokasi untuk membantu penanganan di lapangan.

"Kami langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses pengamanan area kebakaran sekaligus membantu proses pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat agar api tidak meluas ke bangunan lain," ujar AKP Budi Setiawan.

Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Samawia Gea melihat kobaran api yang telah membesar di bagian atap rumahnya dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang cepat membesar membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga api merambat ke rumah milik Yusman Harefa alias Ama Adyan serta bangunan rumah kos di sampingnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, lima unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Gunungsitoli tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Masyarakat serta personel Polres Nias turut membantu proses pemadaman bersama petugas Damkar sekaligus mengamankan lokasi agar masyarakat tidak mendekati titik api yang membahayakan.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi.

"Dalam penanganan awal, personel melakukan cek TKP, memasang police line, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Dugaan sementara api berasal dari atap rumah milik Ibu Samawia Gea, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan," kata AKP Budi Setiawan.

Bangunan yang terdampak merupakan milik Yusman Harefa alias Ama Adyan, Ilham Sidik Harefa alias Ama Naura, serta Samawia Gea alias Ina Leli Harefa.

Berdasarkan pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material pada dua unit rumah diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta, meliputi bangunan, satu unit telepon seluler, emas, uang tunai, dan barang berharga lainnya. Sementara kerugian pada bangunan rumah kos diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

Salah seorang penghuni rumah kos yang terdampak, Danil, mengaku tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang miliknya karena kobaran api menyebar dengan sangat cepat.

"Saya sedang berada di tempat kerja saat kebakaran terjadi, info saya terima dari teman dan langsung saat itu saya menuju rumah, ketika sudah sampai semua sudah rata dengan tanah, semua barang saya tidak sempat diselamatkan karena api sangat cepat menjalar," ujar Danil.

Ia bersyukur seluruh penghuni rumah kos berhasil menyelamatkan diri meski harus kehilangan harta benda akibat kebakaran tersebut.

"Saya bersyukur semua penghuni selamat. Semoga ada perhatian dan bantuan bagi kami yang terdampak agar bisa segera bangkit," katanya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain potongan seng, sisa kayu yang terbakar, kabel tembaga instalasi listrik, serta peralatan masak.

AKP Budi Setiawan menambahkan, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan atau tindakan pembakaran oleh pihak lain. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga kejadian serupa dapat dicegah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....