Hari Anak Nasional, Bukan Tentang Perayaan Tetapi Sudahkah Hak-hak Anak Terpenuhi?
- 23 Jul 2026 17:14 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perayaan tidak penting namun yang terutama adalah bagaimana hak-hak anak dimanapun sudah terpenuhi.
Hal ini disampaikan Keyza Alethea Zebua pelajar SMA Swasta Lentera Harapan Kota Gunungsitoli pada Dialog Isu Aktual Spesial Hari Anak Nasional di Pro 1 RRI Gunungsitoli dengan tema yang ditetapkan “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Keyza pemenuhan hak-hak anak adalah hal yang harus dipikirkan dan diusahakan bersama, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, hak untuk mendapat waktu bermain dan juga hak untuk mendapatkan ruang tumbuh yang aman.
“Saya ingin hari anak dirayakan, tapi bagi saya perayaan bukan hal yang terpenting karena yang terpenting itu pemenuhan hak-hak setiap anak, karena kita tahu banyak diluar sana anak yang belum mendapatkan hak sepenuhnya,” katanya, Kamis 23 Juli 2026.
Terkait ruang tumbuh yang aman bagi anak Aurel Shelomita Harefa pelajar SMA Negeri 1 Gunungsitoli sekaligus Ketua Forum Anak Kota Gunungsitoli menyoroti banyaknya anak-anak di kota Gunungsitoli yang kini beraktifitas sebagai pedagang asongan, mereka berjualan hingga larut malam.
“Saya banyak melihat di Taman Kota anak-anak berjualan yang sebenarnya di umur mereka itu bukan waktunya untuk bekerja. Karena di umur kami sekarang yang masih anak-anak seharusnya kami belajar dan bermain. Bermain itu bagaimana kami membangun relasi kami sendiri dan menjati jati diri kami,” ucapnya.
Karena itu pada Hari Anak Nasional hari ini, Kayleen Kezia Telaumbanua pelajar SMP Swasta Pemda 2 Gunungsitoli yang juga merupakan Duta Cyber Safety Kota Gunungsitoli berharap seluruh anak-anak di Indonesia khususnya di kota Gunungsitoli bisa merasakan kehidupan yang baik dan kelak bisa merasakan masa depan yang gemilang.
“Kita harus tahu kesuksesan bukan cuma untuk orang pintar saja, bukan cuma untuk orang yang mampu saja, ketika kamu berusaha kenapa tidak, semua orang punya kesempatan tapi hanya perlu waktu dan keberanian untuk menyuarakan dan memberi tahu betapa bisanya kamu di komunitas atau bagi sesame kamu berdampak,” ucap Kayleen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....