Meningkatkan Kualitas Dakwah Digital melalui Teknologi AI

  • 15 Jul 2026 15:47 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua, Marihot P. Sirait, S.Th., terus meningkatkan kompetensi di bidang digital dengan mengikuti Coaching Clinic Pintar Batch 2 bertema "Mendesain Infografis dan Flyer Penyuluh Agama dengan AI" yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa 14 Juli 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh Agama KUA Tuhemberua sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan media penyuluhan yang menarik, informatif, dan profesional. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diharapkan mampu mempercepat proses pembuatan desain tanpa mengurangi kualitas pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Materi disampaikan oleh Dr. Nasrulloh, S.Ag., M.Hum., Widyaiswara Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Kementerian Agama RI. Dalam paparannya, Ia menjelaskan berbagai teknik memanfaatkan AI untuk membuat infografis dan flyer yang efektif, mulai dari menyusun konsep, membuat visual yang komunikatif, hingga menghasilkan desain yang siap dipublikasikan di berbagai platform digital.

Menurutnya, kemampuan mengelola konten digital menjadi kompetensi penting bagi penyuluh agama di era transformasi digital. Penyuluh tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi keagamaan secara langsung, tetapi juga harus dapat menghadirkan konten edukatif yang menarik melalui media sosial dan platform digital lainnya agar pesan keagamaan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui coaching clinic ini, peserta juga memperoleh praktik langsung memanfaatkan berbagai fitur AI untuk menghasilkan desain yang lebih cepat, kreatif, dan efisien. Pendekatan tersebut membantu penyuluh menghemat waktu dalam proses produksi konten sekaligus meningkatkan kualitas visual bahan penyuluhan.

Marihot menyambut positif pelatihan tersebut karena memberikan wawasan baru dalam mengembangkan media penyuluhan yang lebih inovatif. “Kompetensi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Marihot juga mengapresiasi semangat para penyuluh dalam mengikuti pengembangan kompetensi berbasis digital. Menurutnya, penguasaan teknologi AI merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyuluhan keagamaan yang lebih efektif, kreatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Melalui keikutsertaan dalam Coaching Clinic Pintar Batch 2 ini, KUA Tuhemberua menegaskan komitmen untuk terus mendukung transformasi digital Kementerian Agama dengan menghadirkan penyuluh agama yang profesional, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah serta pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....