Dosen Universitas Nias Beri Penguatan Kapasitas ULD Ketenagakerjaan
- 10 Jul 2026 15:20 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Komitmen untuk mewujudkan layanan ketenagakerjaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, di Gedung Dekranasda Kota Gunungsitoli, Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas tim ULD agar mampu melakukan asesmen keterampilan dan minat kerja penyandang disabilitas, menghubungkan pencari kerja disabilitas dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan penyedia kerja, serta memastikan tersedianya akomodasi yang layak di tempat kerja.
Pada kesempatan tersebut, Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., C.PS., C.MTr., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Nias, dipercaya menjadi narasumber dalam pelatihan lanjutan tersebut.
Dalam pemaparannya, Justin menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pelayanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas, dari yang sebelumnya berfokus pada keterbatasan menuju pendekatan yang menitikberatkan pada potensi, kompetensi, dan dukungan yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan kerja.
Materi pertama yang disampaikan berjudul "Asesmen Vokasional Berbasis Potensi bagi Pencari Kerja Disabilitas: Mengidentifikasi Minat, Keterampilan, dan Dukungan yang Dibutuhkan." Pada sesi ini peserta dibekali keterampilan dalam melakukan asesmen vokasional secara komprehensif, mulai dari identifikasi minat, bakat, pengalaman, keterampilan, hingga kebutuhan akomodasi yang layak bagi pencari kerja disabilitas.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi "Praktik Penggunaan Formulir Profil Pencari Kerja Disabilitas dan Penyusunan Rekomendasi Layanan Ketenagakerjaan Inklusif." Melalui simulasi dan studi kasus, peserta dilatih menyusun profil pencari kerja yang tidak hanya menggambarkan kondisi disabilitas, tetapi lebih menonjolkan kompetensi, pengalaman, dan potensi yang dimiliki sehingga lebih menarik bagi dunia usaha dan dunia industri.
Metode pelatihan dirancang secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi wawancara, role play, dan praktik penyusunan profil kerja. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menerapkan konsep asesmen dan penempatan kerja inklusif di lapangan.
Menurut Justin, keberadaan ULD Ketenagakerjaan memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pencari kerja disabilitas dengan dunia usaha.
"Penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Tugas kita adalah memastikan hambatan di lingkungan kerja dapat diminimalkan melalui layanan yang profesional dan akomodasi yang layak," ungkapnya.
Partisipasi aktif peserta selama pelatihan menunjukkan tingginya komitmen untuk menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih inklusif di Kota Gunungsitoli. Berbagai diskusi dan praktik yang dilakukan diharapkan dapat memperkuat kemampuan ULD dalam memberikan layanan yang tepat sasaran dan berorientasi pada pemberdayaan.
Kehadiran dosen Universitas Nias sebagai narasumber dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga mitra, dan perguruan tinggi, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh akses terhadap pelatihan, pekerjaan, dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan inklusif di Kota Gunungsitoli serta mendorong terwujudnya dunia kerja yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....