Kemenag Gunungsitoli Dorong Porsi Pelayanan Gereja yang Ramah Anak
- 06 Jul 2026 17:27 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Untuk mewujudkan gereja yang ramah anak, Kementerian Agama kota Gunungsitoli melalui Seksi Urusan Agama Kristen secara konsisten mengunjungi pimpinan gereja dan sinode di Kota Gunungsitoli, termasuk BNKP, Gereja AMIN, dan GNKP Indonesia. Berdasarkan kesepakatan dengan pihak gereja, para penyuluh agama kemudian mengambil langkah aktif turun langsung ke lapangan guna mensosialisasikan program GRA yang berfokus pada perlindungan anak dari berbagai tindak kekerasan.
“Selama ini Kemenag melalui Seksi Urusan Agama Kristen mendatangi setiap sinode maupun pimpinan gereja lingkup kota Gunungsitoli seperti BNKP, Gerja AMIN, GNKP Indonesia, mensosialisasikan pentingnya gereja itu harus ramah anak. Oleh karena itu, sesuai kesepakatan dengan pimpinan gereja, maka penyuluh agama mengambil peran aktif mendatangi gereja-gereja, turut mensosialisasikan GRA ini yang misinya tentang melindungi anak dari berbagai kekerasan,” ujar Kasi Bimas Kristen pada Kantor Kementerian Agama kota Gunungsitoli Saroedi Gea, Senin 6 Juli 2026.
Ia juga bersyukur bahwa program gereja Ramah Anak dari Kemenag ini mendapat sambutan sangat positif, baik dalam proses edukasi dan sosialisasi kepada para pengurus gereja, program ini diterima dengan tangan terbuka tanpa hambatan berarti karena sejalan dengan nilai-nilai perlindungan anak.
“Puji Tuhan tidak ada kendala yang kita temui, bahkan mereka sangat berterimakasih dapat turut serta melakukan pendampingan anak melalui GRA,” kata Saroedi.
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen secara proaktif terus menggencarkan sosialisasi Gereja Ramah Anak (GRA). Program ini payung hukumnya tertuang dalam SK Dirjen Bimas Kristen Nomor 317 Tahun 2024 ini ditujukan untuk menjadikan gereja sebagai ruang yang aman, inklusif, dan memberdayakan bagi anak.
Ia menjelaskan, adapun target jangka panjang Kementerian Agama (Kemenag) melalui sosialisasi Gereja Ramah Anak (GRA) adalah mewujudkan rumah ibadah sebagai ruang yang aman, inklusif, dan nyaman untuk melindungi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Target kita secara jangka panjang adalah agar anak-anak ini bisa bertumbuh secara iman, takut akan Tuhan dan mencintai sesama karena tumbuh dalam kepedulian dan perhatian. Lalu harapan kita kedepan gereja dapat menyediakan fasilitas yang membuat anak-anak senang mendapatkan hak-haknya dari pimpinan gereja termasuk kerjasama dengan sekolah dan orangtua,” ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....