Disambut Hangat oleh Warga, Bupati Eliyunus: Ini Bukan Pencitraan

  • 27 Jun 2026 19:19 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Barat – Kunjungan kerja Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Nias Barat, Ny. Elvita Eliyunus Waruwu, beserta rombongan di Kecamatan Mandrehe berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme.

Masyarakat dari enam desa, yakni Desa Iraonogambo, Tetehosi, Tumori Faekhu, Lasara Baene, Fadoro Bahili, dan Tuho Owo, menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Nias Barat tersebut dengan penuh sukacita, pada Jumat 26 Juni 2026.

Penyambutan yang dipusatkan di Desa Iraonogambo itu dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa, perangkat desa, serta ratusan warga. Setibanya di lokasi, Bupati bersama Ketua TP PKK dan rombongan langsung dikalungi bunga sebagai simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa cinta masyarakat kepada pemimpin yang dinilai hadir langsung melihat kondisi rakyatnya.

Bupati Eliyunus memilih berdialog secara terbuka dengan masyarakat sebelum meninjau sejumlah titik di lapangan dan dalam dialog tersebut, warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, pertanian, irigasi, hingga kebutuhan pembangunan lainnya.

Seluruh masukan dicatat untuk menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Eliyunus Waruwu menegaskan bahwa arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Nias Barat pada tahun 2026 lebih menitikberatkan pada kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, bukan hanya bekerja dari balik meja.

"Program kami pada tahun 2026 ini dominan turun ke lapangan dan kunjungan kami murni bukan pencitraan, walaupun kami menggunakan motor trail, itu karena rata-rata daerah yang kami kunjungi merupakan wilayah pelosok dengan kondisi jalan yang masih rusak dan kami ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan," ucap Bupati dengan tegas.

Menurutnya, turun langsung ke desa-desa merupakan cara terbaik untuk memastikan setiap keputusan pemerintah benar-benar berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

"Kadang data dan informasi yang sampai ke meja kami ada yang benar, tetapi ada juga yang masih abu-abu, karena itu kami memilih datang langsung melihat kenyataan di lapangan sekaligus mendengar sendiri apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan dengan begitu kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran," ucapnya.

Sementara itu, mewakili tokoh masyarakat enam desa, Ama Ika Gulo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesediaan Bupati bersama rombongan mengunjungi wilayah mereka.

"Kehadiran langsung kepala daerah menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kebutuhan masyarakat di pelosok," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa penyambutan dengan pengalungan bunga bukanlah sesuatu yang direncanakan secara berlebihan, melainkan lahir dari rasa hormat dan kecintaan masyarakat kepada pemimpinnya.

"Seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di enam desa ini sangat menyambut baik kedatangan bapak bupati. Kami tahu sebenarnya bapak bupati tidak ingin disambut secara berlebihan dengan kalung bunga, tetapi ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa cinta masyarakat kepada pemimpin yang rela datang melihat langsung kondisi kami," ujar Ama Ika Gulo.

Kunjungan kerja tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah lokasi di enam desa menggunakan kendaraan trail untuk menjangkau medan yang sulit dilalui kendaraan biasa.

Bupati melihat secara langsung kondisi jalan, lahan pertanian, fasilitas umum, serta berbagai kebutuhan pembangunan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Nias Barat ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya didasarkan pada laporan administrasi, tetapi juga pada fakta di lapangan dan aspirasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....