Bijak dalam Bermedia Sosial, Saring sebelum Sharing

  • 27 Jun 2026 08:51 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Program acara mimbar islam jum'at, 26 juni 2026 pukul 19.30 - 20.00 WIB yang disiarkan di Programa 1 dengan menghadirkan narasumber Ustadzah Fatimah Azmi Nainggolan, S.Akun dengan mengangkat topik Menjadi Muslim Bijak, Saring Sebelum Sharing.

Diawal tausyiahnya, Ustadzah Fatimah menyampaikan bahwa hari ini kita hidup di sebuah zaman yang sangat luar biasa. Zaman dimana dunia berada didalam genggaman kita. Melalui gawai atau smartphone yang kita miliki, informasi mengalir seperti air bah sangat cepat deras, dan tak terbendung. Hanya dengan satu sentuhan jempol, sebuah berita bisa tersebar ke jutaan orang dalm hitungan detik.

Namun dibalik kemudahan ini jelasnya, aada bahaya besar yang mengintai kita, Banjir informasi ini tidak hanya membawa kebaikan, tetapi juga membawa sampah informasi diantaranya hoax, fitnah, adu domba serta berita palsu.

" Seringkali, karena penasaran atau keinginan menjadi yang paling cepat tahu kita langsung membagikan informasi tersebut tanpa memeriksa kebenarannya "Ujarnya

Islam adalah agama yang sangat sempurna, tidak hanya mengatur urusan ibadah ritual seperti shalat dan puasa tetapi juga mengatur bagaimana kita berkomunikasi dan mengelola informasi. Jauh sebelum teknologi internet ditemukan, Allah SWT telah memberikan kita sebuah sistem anti hoax yang sangat ampuh. Sistem itu bernama Tabayyun yang artinya memeriksa, meneliti dan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita.

" Bagaimana cara kita menjadi muslim yang bijak di era digital ini? bagaimana menerapkan prinsip "Saring sebelum Sharing"? ada 3 langkah yang bisa kita lakukan yaitu Mari kita kenali sumber beritanya, jika kita menerima pesn berantai yang diawali dengan kata Viral atau sebarkan demi keselamatan jangan langsung percaya " ucapnya.

Periksa sumbernya apakah dari sumber yang kredibel atau dari situs yang tidak jelas identitasnya. Selanjutnya, mari kita gunakan akal sehat serta logika, berita palsu seringkali dibuat untuk memancing emosi, sehingga membuat kita sangat marah, sangat takut, atau sangat gembira. Jika sebuah berita membuat kita langsung emosi berhentilah sejenak, tarik nafas gunakan akal sehat dan bertanyalah apakah ini masuk akal. Dan yang terakhir, pikirkan dampaknya.

Diakhir tausyiahnya, Ustadzah Fatimah menyampaikan mari kita jadikan handphone serta media sosial kita sebagai ladang pahala, bukan lumbung dosa. Bayangkan, jika kita membagikan satu berita hoax lalu disebarkan oleh ratusan orang dan dibaca oleh ribuan orang maka dosa fitnah itu akan terus mengalir kepada kita bahkan setelah kita dikuburkan. Sebaliknya, jika kita membagikan ilmu yang bermanfaat, kebaikan dan kedamaian maka pahala jariyah yang akan kita panen.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....