Pelatihan BK dan Karakter Guru SMP Kota Gunungsitoli Resmi Ditutup, Ini Pesannya

  • 12 Jun 2026 16:35 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kegiatan Pelatihan Bimbingan Konseling (BK) dan Karakter bagi Guru Jenjang SMP se-Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Juni 2026 di Gedung A’Luck Gunungsitoli, resmi ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Arlin Kurniaman Laoli, S.Kom.

Dalam arahan dan bimbingannya sekaligus menutup kegiatan, Arlin Kurniaman Laoli menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk respons Dinas Pendidikan terhadap semakin pentingnya peran guru, khususnya guru wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK dalam memberikan layanan bimbingan serta pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, terlebih dalam menghadapi karakteristik peserta didik pada era yang sering disebut sebagai generasi stroberi, yang memiliki banyak potensi namun juga menghadapi berbagai tantangan dalam ketahanan diri, pengendalian emosi, dan kemampuan menghadapi tekanan.

“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat diimbaskan kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan yang hebat lahir dari guru-guru yang terus belajar dan mau beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Mewakili peserta, Libertina Gea, S.Pd. dari UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti pelatihan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman guru mengenai layanan bimbingan dan konseling serta strategi pembentukan karakter peserta didik.

“Kami memperoleh banyak wawasan baru, khususnya dalam memahami kebutuhan peserta didik saat ini dan bagaimana pendekatan yang tepat dalam membimbing mereka. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah membagikan ilmu dan pengalaman dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili narasumber, Destin Ricardo Lase, M.Pd., menyampaikan harapannya agar seluruh pendidik tidak hanya mengajar, tetapi juga hadir dengan hati dalam membimbing peserta didik.

“Di era generasi stroberi saat ini, anak-anak tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membutuhkan pendampingan, perhatian, dan keteladanan. Sebagai pendidik, mari kita memberikan hati dalam membimbing dan mengarahkan mereka agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Atisama Zega, S.Pd., M.M., mengumumkan lima peserta terbaik selama pelaksanaan pelatihan. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan, kedisiplinan, partisipasi dalam diskusi, serta hasil tugas yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Adapun lima peserta terbaik tersebut adalah:

Fourmas Juwita Zebua, S.Pd. – SMP Negeri 2 Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan

Krisnawati Lase, S.Pd. – UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara

Yastina Warasi, S.Th., M.Pd. – UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli

Fadillah Nisa Caniago, S.Pd. – SMP Muhammadiyah 32 Gunungsitoli

Christine Debora, S.Psi. – SMP Swasta Lentera Harapan

Pelatihan yang diikuti oleh 68 guru SMP se-Kota Gunungsitoli ini menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nias, yakni Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D. dan Destin Ricardo Lase, S.Fil., M.Pd.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi terkait paradigma baru bimbingan dan konseling, pendidikan karakter, pendidikan inklusif, strategi penanganan permasalahan peserta didik, serta penguatan peran guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dalam mewujudkan layanan pendidikan yang lebih humanis, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....