BMKG Gunungsitoli Perkirakan Curah Hujan Menurun pada Bulan Juni, Ini Penyebabnya
- 10 Jun 2026 17:48 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Curah hujan di wilayah Kepulauan Nias pada bulan Juni ini diperkirakan lebih rendah dari bulan Mei yang lalu.
Hal ini disampaikan Forecaster BMKG Stasiun Metereologi Binaka Gunungsitoli, Ahmad Humaidi Nasution saat dikonfirmasi rri.co.id.
Ia menjelaskan pada dasarian I yakni tanggal 1-10 Juni 2026, curah hujan terdata rendah yakni 31mm, kemudian memasuki dasarian II dan III, curah hujan diperkirakan maksimal 75-100mm, sehingga secara kumulatif total curah hujan pada bulan Juni sebesar 150-200mm/bulan.
Dijelaskan ada beberapa faktor penyebab curah hujan rendah pada bulan Juni ini diantaranya faktor Madden Julian Oscillation (MJO), anomali suhu muka laut serta jarang terbentuknya belokan angin.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Awal Pekan di Kepulauan Nias |
“Faktornya ada global dan local, kalau secara global kita pantau MJO tidak aktif, sekarang berada di kuadran 7-8, karena kalau di kepulauan Nias sendiri terpengaruh kalau di kuadran 2 hingga kuadran 4. Kemudian dari anomali suhu muka laut kita lihat juga netral sehingga kurang signifikan dalam pembentukan awan. Kalau dari sisi lokal beberapa hari belakangan ini kita lihat jarang terbentuk belokan angin, ini dipengaruhi dengan adanya pola angin yang cenderung mengarah ke Utara atau Timur Laut dari Indonesia jadi cenderung anginnya tertarik kesana dan kita terpantau jarang terbentuk belokan angin,” kata Humaidi, Rabu 10 Juni 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa suku udara di wilayah kepulauan Nias sempat mencapai hampir 33 ̊C namun rata-rata 27 ̊C dan ini menurutnya sudah tergolong tinggi, biasanya suhu udara di kepulauan Nias kurang dari 27 ̊C.
Untuk itu Humaidi mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi tubuh lebih banyak minum jangan sampai mengalami dehidrasi, apalagi jika beraktivitas di luar ruangan, kemudian mewaspadai terjadinya kebakaran hutan maupun kebakaran rumah, dengan tidak melakukan hal-hal yang memicu kebakaran, serta tetap memantau perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu agar bisa meminimalisir resiko bencana.
Page break
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....