Tingkatkan Kompetensi Guru, Digelar Pelatihan BK serta Penguatan Karakter

  • 09 Jun 2026 15:47 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Bimbingan dan Konseling (BK) serta Penguatan Karakter bagi Guru Jenjang SMP se-Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gedung A’Luck Gunungsitoli pada tanggal 9–11 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta, yang terdiri dari guru BK dan guru mata pelajaran jenjang SMP, sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif serta pembinaan karakter peserta didik di tengah berbagai tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Arham Dusky Hia. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran guru saat ini tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu membantu peserta didik menghadapi berbagai persoalan perkembangan pribadi, sosial, akademik, dan karakter.

“Perkembangan peserta didik saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, guru perlu dibekali dengan kemampuan bimbingan dan konseling yang memadai agar dapat memberikan pendampingan yang tepat sekaligus memperkuat pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah. Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gunungsitoli,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh berbagai materi terkait konsep dasar bimbingan dan konseling, paradigma layanan BK modern berbasis potensi, pendidikan karakter, pendidikan inklusif, serta strategi penanganan berbagai permasalahan peserta didik di sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nias, yaitu Justin Foera-era Lase dan Destin Ricardo Lase.

Pada sesi awal pelatihan, para peserta diajak memahami perubahan paradigma layanan BK dari pendekatan yang berfokus pada masalah (problem based services) menuju pendekatan yang berfokus pada pengembangan potensi peserta didik (potential based services). Paradigma ini menempatkan guru sebagai pendamping yang membantu siswa mengenali kekuatan, mengembangkan karakter, dan mencapai perkembangan optimal.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama kegiatan. Melalui berbagai diskusi, studi kasus, dan praktik layanan BK, para guru diharapkan mampu menerapkan pendekatan yang lebih humanis, preventif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa di sekolah masing-masing.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....