Pelatihan Fasilitator Daerah Dimulai, Demi Peningkatan Literasi di Nias Utara

  • 03 Jun 2026 08:39 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Utara - Dua dosen Universitas Nias dipercaya menjadi Pelatih Utama Daerah (PUD) Literasi dalam Program Kreasi (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) di Kabupaten Nias Utara. Keduanya adalah Noveri Amal Jaya Harefa, S.Pd., M.Pd. dan Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., yang saat ini bertugas melatih para Fasilitator Daerah dalam kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah (Modul I) yang berlangsung di TC Osseda, Kecamatan Lotu, 2–6 Juni 2026.

Kepercayaan tersebut diberikan setelah keduanya berhasil menyelesaikan rangkaian pelatihan dan memperoleh sertifikasi sebagai Pelatih Utama Daerah melalui Program Teacher Professional Development (TPD) yang dikembangkan Program Kreasi. Dalam perannya, kedua dosen Universitas Nias ini bertanggung jawab membekali para fasilitator daerah dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi pendampingan yang nantinya akan diterapkan kepada guru-guru di sekolah sasaran.

Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, Meiterima Hulu, S.Pd., M.M., yang menegaskan bahwa peningkatan literasi merupakan salah satu prioritas pembangunan pendidikan di daerah.

"Semua bapak dan ibu yang sudah kita tugaskan agar mengikuti kegiatan ini dengan baik demi peningkatan kualitas literasi di Nias Utara. Ambillah ilmu sebanyak-banyaknya. Apa yang diperoleh selama pelatihan ini harus diterapkan dan dibagikan kembali kepada guru-guru lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak sekolah," ujar Meiterima Hulu, Selasa 2 Juni 2026.

Program Kreasi sendiri merupakan program yang didanai oleh Global Partnership for Education (GPE) dan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Agama dalam konsorsium Mitra Pendidikan Indonesia. Program ini dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan guru, dan peningkatan hasil belajar peserta didik.

Program Manager Kreasi Nias Utara, Yurli Zalukhu, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh dunia pendidikan di Nias Utara.

"Mari kita ikuti kegiatan ini dengan hati. Ketika hati kita terbuka untuk belajar, maka ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal yang berharga untuk dibagikan kembali kepada rekan-rekan guru dan peserta didik," katanya.

Sementara itu, sebagai Pelatih Utama Daerah, Noveri Amal Jaya Harefa menilai program ini sejalan dengan upaya bersama dalam meningkatkan budaya literasi di daerah. Menurutnya, peningkatan literasi membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.

"Program ini sejalan dengan cita-cita kami untuk terus meningkatkan literasi di daerah. Kami menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan budaya literasi di sekolah. Karena itu, kami melakukan persiapan yang matang dan terus mengembangkan kapasitas diri agar mampu memberikan pelatihan yang profesional, berkualitas, dan berdampak bagi para guru yang menjadi peserta pelatihan," ucap Noveri.

Senada dengan itu, Justin Foera-era Lase menyampaikan bahwa kehadiran Program Kreasi menjadi momentum penting dalam memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan literasi peserta didik.

"Kami telah tersertifikasi sebagai Pelatih Utama Daerah (PUD) Literasi setelah mengikuti rangkaian pelatihan yang diselenggarakan Program KREASI. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh kepada para fasilitator daerah. Kami meyakini kegiatan ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan literasi di Nias Utara, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga oleh peserta didik di sekolah-sekolah sasaran," ujar Justin.

Selama lima hari pelatihan, sebanyak 20 guru yang berasal dari berbagai gugus sekolah di Kabupaten Nias Utara akan memperoleh pembekalan mengenai pengembangan profesional guru, pendidikan inklusif, disiplin positif, pembelajaran literasi, pembelajaran berbasis asesmen, microteaching, serta teknik fasilitasi. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan berperan sebagai Fasilitator Daerah yang mendampingi guru-guru di wilayah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....