“7 Jurus Guru Hebat”, Guru Diajak Bangun Sekolah yang Aman Nyaman dan Menggembirakan
- 23 Mei 2026 17:42 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Pendekatan pendidikan yang lebih humanis, empatik, dan berbasis potensi menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan Pelatihan Bimbingan Konseling dan Karakter bagi Guru SD se-Kota Gunungsitoli yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli bekerja sama dengan Universitas Nias.
Justin Lase, sebagai salah satu narasumber pelatihan mengungkapkan salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah konsep “7 Jurus Guru Hebat” yang disampaikan secara interaktif kepada ratusan guru-guru kelas jenjang SD se-kota Gunungsitoli.
Melalui konsep tersebut, para guru diajak memahami bahwa peran guru saat ini bukan hanya sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi juga sebagai pendamping perkembangan karakter, sosial, emosional, dan potensi peserta didik.
Adapun “7 Jurus Guru Hebat” yang diperkenalkan kepada guru SD meliputi:
- Kenali Potensi
Guru diajak mengenali minat, bakat, dan kelebihan setiap peserta didik sehingga pendekatan pembelajaran tidak hanya fokus pada kelemahan siswa.
- Kelola Emosi
Guru dilatih memahami pentingnya pengelolaan emosi dan pembelajaran sosial emosional agar mampu membangun hubungan positif dengan peserta didik.
- Tumbuhkan Resiliensi
Peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana membantu siswa memiliki daya lenting dan kemampuan bangkit menghadapi masalah.
- Jaga Konsistensi
Guru didorong membangun kebiasaan positif dan disiplin yang dilakukan secara konsisten dalam lingkungan sekolah.
- Jalin Koneksi
Komunikasi empatik menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kedekatan dan rasa aman bagi peserta didik.
- Bangun Kolaborasi
Guru tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu membangun kerja sama dengan orang tua, sekolah, dan berbagai pihak dalam mendukung perkembangan anak.
- Menata Situasi
Guru diajak menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan bagi seluruh peserta didik.
Justin Lase, salah satu narasumber pelatihan, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis potensi menjadi sangat penting di tengah tantangan pendidikan saat ini.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan guru yang mengajar, tetapi juga guru yang memahami, mendengar, dan percaya terhadap potensi mereka,” kata Justin, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurutnya, guru hebat bukan berarti guru yang sempurna, melainkan guru yang terus belajar dan mampu menghadirkan rasa aman bagi peserta didik.
Selama penyampaian materi, suasana pelatihan berlangsung aktif melalui diskusi kelompok, simulasi kasus siswa, refleksi pengalaman guru, hingga role play penanganan masalah peserta didik di kelas.
Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari peserta karena materi yang diberikan dinilai dekat dengan tantangan nyata yang dihadapi guru di sekolah sehari-hari.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para guru mampu menerapkan pendekatan yang lebih positif dan humanis dalam mendampingi peserta didik sehingga sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar dan bertumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....