PKPA dan Dinas P5A Gelar Seleksi Duta Cyber Safety Kota Gunungsitoli
- 18 Mei 2026 16:08 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Untuk memberikan pemahaman mengenai risiko dan bentuk kejahatan siber yang mengancam anak, Kota Gunungsitoli gelar Seleksi Duta Cyber Safety.
Manager PKPA Nias Chairidani Purnamawati pada Dialog Isu Aktual “Smart Teen, Safe Screen: Jurus Sakti Lawan Kejahatan Siber di Pro 1 mengatakan anak sebagai generasi digital (digital native) memiliki akses luas terhadap internet dan media sosial, namun belum seluruhnya dibekali dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Kondisi ini menjadikan anak sebagai kelompok yang rentan terhadap berbagai risiko kejahatan siber seperti cyberbullying, penipuan online, eksploitasi digital, dan penyalahgunaan data pribadi.
Maka Duta Cyber Safety diharapkan akan memiliki peran besar dalam menyebarkan pengaruh positif. Sebagai Duta Cyber Safety, anak dilatih untuk menjadi pelopor keamanan digital dan menjadi peer educator bagi lingkungannya.
“Kami mendisain satu program yang melibatkan anak-anak agar anak-anak menjadi duta atau Peer Educator, karena biasanya anak-anak paling ampuh kalau mendapatkan edukasi dari temannya sendiri. Karena biasanya yang kami pahami, kejahatan-kejahatan siber jarang terekspose ke orang dewasa karena anak-anak itu takut, biasanya mereka hanya cerita kepada teman-temannya, permasalahannya teman-temannya pun tidak paham apa solusi terhadap masalah tersebut,” kata Chairidani, Senin 18 Mei 2026.
Sementara itu Clarisa (Pengurus Forum Anak Kota Gunungsitoli, sekaligus Anggota Komunitas Go Friend) sebagai pelaksana Seleksi Duta Cyber Safety Kota Gunungsitoli mengatakan hingga saat ini ada 78 peserta yang mengikuti seleksi. Setelah mengikuti tahapan seleksi administrasi, kini peserta membuat karya poster kampanye bertema cyber safety dan mempublikasikan karya mereka melalui media sosial masing-masing dengan strategi tag dan hashtag tertentu.
“Melalui poster kampanye tersebut diharapkan teman-teman yang lain bisa ikut mensosialisasikan pentingnya keamanan digital, karena kemarin kami sudah selesai melaksanakan seleksi administrasi. Pesertanya anak-anak kota Gunungsitoli usia 12-17 tahun,” ucap Clarisa.
Dewan juri ungkapnya melakukan penilaian terhadap seluruh karya yang telah dipublikasikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu orisinalitas, kreativitas, serta kekuatan pesan edukatif.
Dari proses ini akan dipilih 20 peserta terbaik untuk melanjutkan ke Tahap Seleksi Akhir (Final) dimana pada tahap ini dilakukan secara tatap muka dan terdiri dari dua komponen utama, yakni Presentasi Karya Poster, di mana peserta menjelaskan isi, makna, serta pesan dari karya yang telah dibuat, sekaligus menunjukkan kemampuan komunikasi di depan publik. Serta tahap Wawancara, yang bertujuan untuk menggali pemahaman peserta terkait isu cyber safety, serta menilai motivasi, komitmen, dan integritas sebagai calon Duta Keamanan Siber.
Page break
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....