Pemerintah Nias Barat Petakan Ulang Lahan-lahan Tidak Produktif
- 09 Mei 2026 19:22 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID Gunungsitoli – Potensi kabupaten Nias Barat terletak pada pertanian dan perikanan, karena itu pemerintah dibawah kepemimpinan Doktor Eliyunus Waruwu S.Pt., M.Si., melakukan pembenahan.
Kepada rro.co.id, Eliyunus mengatakan tugas pertama adalah menyatukan persepsi tentang bagaimana masa tanam jangan berbeda-beda, sehingga beberapa hamparan padi sawah diintervensi pemerintah walaupun belum menyeluruh.
Pemerintah juga mengajak petani menggunakan teknologi dalam bertani, dalam hal pemupukan dan pengendalian hama meski ada kelemahan dimana PPL menurutnya belum fokus dan latar belakang pendidikan dan jam terbang yang masih kurang dalam mendampingi petani.
“Ini menjadi tugas berat kita juga, karena kita lebih dominan memperbaiki manusianya, mengisi dulu SDM-nya baru nanti kita action kepada kepada petani. Sehingga masyarakat banyak kesan ini saya melihat ini kenapa pemerintah ini lamban, kenapa lamban karena yang kita perbaiki dulu SDMnya dulu, sementara masyarakat maunya udah kalau ngasih bantuan bagi-bagi tapi belum tentu hasilnya optimal atau tidak,” ucap Eliyunus, Jum’at 8 Mei 2026.
Pemerintah pada tahun 2025 juga melakukan pemetaan potensi kecamatan, contoh tanah juga dilakukan pengujian di laboratorium sehingga pemerintah mendapat rekomendasi dalam membuat kebijakan dalam pengembangan potensi pertanian.
Dari sektor perkebunan, Nias Barat sebutnya unggul pada tanaman kelapa dan karet. Namun tantangannya harga karet rendah dan produksi yang rendah belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Ini kita memetakan ulang lahan-lahan yang tidak produktif bagaimana kita bisa dorong untuk bisa produktif. Tahun 2025 pihaknya mendorong penanaman jagung dan telah membuka 32 hektar lahan baru dan menanam jagung ,” katanya.
Program ini sebutnya bukan program setahun yang kemudian selesai namun yang berkesinambungan dan berkelanjutan, artinya yang sudah dimulai akan dikawal dan yang tidak produktif diperjuangkan untuk dibuka menjadi produktif.
Sementara dari sektor perikanan, di 8 pulau di sekitar Hinako yang sudah dikunjunginya beberapa waktu yang lalu ia mengakui potensi ada namun menghadapi masalah infrastruktur yang harus mendapat intervensi dari pemerintah.
Page break
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....