Penyuluh Agama Ajak Pelajar di Siofa Banua Dukung Moderasi Beragama

  • 02 Mei 2026 17:12 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Dalam rangka mendukung hal tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua melaksanakan kegiatan pembinaan moderasi beragama di BNKP Siofabanua Resort 30, Desa Banuagea, Kecamatan Tuhemberua, pada Rabu 29 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh para remaja sekolah Sidi BNKP Siofabanua. Para pelajar diajak untuk memahami pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman agama dan budaya yang ada di Indonesia.

Penyuluh Agama Kristen KUA Tuhemberua, Marihot Pandapotan Sirait, dalam pemaparannya mengajak para peserta untuk mendukung program pemerintah dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menegakkan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

“Di era globalisasi saat ini, pengetahuan tentang moderasi beragama semakin penting untuk ditanamkan kepada generasi muda. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan, termasuk berkembangnya paham ekstremisme dan intoleransi di masyarakat,’ ujarnya.

Upaya penguatan moderasi beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Generasi muda sebagai penerus bangsa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Marihot Sirait mengutip firman Tuhan dari Kitab Mazmur pasal 133 ayat 1 yang berbunyi, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun,’ ujarnya. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa inti dari moderasi beragama adalah membangun kedamaian melalui penguatan kerukunan, menjunjung tinggi sikap toleransi, menolak segala bentuk kekerasan, serta menghindari konflik antarumat beragama. Implementasi nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para generasi muda dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, cita-cita menciptakan masyarakat Indonesia yang rukun, damai, dan harmonis dapat terwujud secara nyata,” ujarnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....