Ketua PKK Gunungsitoli Ajak Masyarakat Peduli Kelestarian Satwa Langka

  • 28 Apr 2026 20:06 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Semangat kepedulian terhadap kehidupan dan alam diwujudkan melalui aksi nyata pelepasliaran 7 ekor penyu, terdiri dari penyu lekang dan penyu sisikdi Muara Sungai Nou, Kota Gunungsitoli.

Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli bersama Komunitas Sahabat Venny berkolaborasi dengan Rumah Penyu Nias dalam upaya perlindungan satwa langka yang terancam punah di Pulau Nias. “Penyu-penyu ini sebelumnya ditebus dari nelayan karena tersangkut di jaring, sebagai langkah penyelamatan agar tidak diperjualbelikan, dikonsumsi daging maupun telurnya, atau dimanfaatkan karapasnya sebagai aksesoris,” ujar Ny. Veny, Selasa 28 April 2026.

Sejak tahun 2022, kolaborasi ini telah berhasil melepas lebih dari 1.000 ekor tukik hasil penetasan dari Rumah Penyu Nias, serta sekitar 60 ekor penyu dewasa yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke habitat alaminya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pastor Johannes Martin Hammerle, OFM Cap, yang memiliki kepedulian besar terhadap kelestarian satwa langka. Ia turut memimpin doa pelepasan sebagai harapan agar penyu-penyu tersebut dapat kembali dengan selamat ke habitatnya, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli dan tidak lagi mengkonsumsi daging maupun telur penyu.

Selain itu, diharapkan kepada para nelayan apabila menemukan penyu yang tersangkut di jaring, agar segera melepaskannya kembali ke laut sebagai habitat alaminya, bukan untuk diperjualbelikan ataupun dikonsumsi. Langkah sederhana ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian penyu sebagai satwa yang dilindungi dan terancam punah.

“Melepasliarkan penyu merupakan bentuk komitmen untuk tidak merusak lingkungan, menjaga kebersihan pantai, serta mendukung upaya konservasi guna mencegah kepunahan mereka. Penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Menjaga kelestariannya bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga masa depan alam kita bersama. Kartini mengajarkan kepedulian, keberanian, dan perjuangan. Hari ini, semangat itu hadir dalam langkah kecil yang membawa dampak besar bagi bumi dan generasi mendatang,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....