DLH Gunungsitoli Kenalkan Pengolahan Sampah Berbasis Maggot kepada Masyarakat
- 21 Apr 2026 18:53 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli terus mengintensifkan upaya edukasi kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan. Salah satunya melalui sosialisasi pemanfaatan lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang terbuka ini menampilkan berbagai media edukasi, mulai dari kandang lalat BSF hingga praktik langsung pengelolaan sampah organik menggunakan maggot. Selain itu, turut diperkenalkan konsep bank sampah dan pembuatan eco enzyme sebagai alternatif pengolahan limbah rumah tangga.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Yenny Natalis Lase, S.Pd., M.MPd kepada rri.co.id menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis maggot menjadi salah satu metode efektif dalam mengurangi volume sampah organik yang selama ini menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat serta menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis, seperti pakan ternak dan pupuk organik.
“Melalui pemanfaatan maggot, sampah organik yang biasanya menumpuk dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat jika dikelola dengan baik,” ucap Yenny, Selasa 21 April 2026.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah.
Selain itu, edukasi terkait bank sampah juga terus didorong sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat untuk memilah dan menabung sampah yang memiliki nilai jual. Sementara itu, pembuatan eco enzyme diperkenalkan sebagai solusi pengolahan limbah organik cair yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat perhatian masyarakat yang antusias mengikuti penjelasan serta melihat langsung proses pengolahan sampah yang ditampilkan. Pendekatan edukasi secara langsung dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Yenny berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Kota Gunungsitoli semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, maka permasalahan sampah dapat diminimalisir, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” Ujarnya mengakhiri
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....