Pasca Gempabumi Magnitudo 5,6 Kepulauan Nias Alami Gempa Susulan

  • 19 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sebanyak 10 gempa susulan terjadi usai kepulauan Nias, Sumatera Utara diguncang gempa 5,6M pada Minggu 19 April 2026 pukul 03.06.49 WIB.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Gunungsitoli, Lewi Ristiyono menyebutkan gempa susulan yang terjadi menunjukkan magnitudo yang sempat menurun namun meningkat kembali hingga mencapai magnitudo 4. Data update gempa susulan pada pukul 08.00 WIB terjadi lagi gempa susulan pada pukul 07.04.19 WIB dengan magnitudo 4,2.

"Sejauh ini kami mencatat ada 10 gempa susulan, kami imbau masyarakat tetap tenang dan waspada dan jangan gampang percaya informasi hoax, pastikan informasi resmi datang dari info BMKG," ucap Lewi, Minggu 19 April 2026.

Sementara itu Hasil analisis BMKG, gempa 5.6M yang terjadi pqda dini hari menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,11° LU ; 97,02° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 52 Km arah Barat Daya Nias Utara, Sumatera Utara pada kedalaman 17 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault).

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Gunung Sitoli dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Nias Barat, Nias Utara, dan Tapanuli Tengah dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Sejauh ini belum ada kerusakan akibat gempa, ada laporan plafon yang jatuh atau barang-barang yang tergantung jatuh, namun tidak ada bangunan runtuh atau korban jiwa," katanya.

Informasi resmi tentang kegempaan hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....