Warga Gido Minta Pembangunan Jembatan Aramco, Akses Antarwilayah Terisolir

  • 13 Apr 2026 14:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Warga Desa Ladea, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, meminta perhatian dari Personel Satgas Pembangunan Jembatan Garuda dalam program Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026 di wilayah Kodim 0213/Nias.

Permintaan tersebut disampaikan agar salah satu pembangunan Jembatan Aramco dapat diarahkan ke lokasi jembatan Saerutano yang berada di desa tersebut. Jembatan ini dinilai sangat penting karena menjadi penghubung antarwilayah yang selama ini terisolir.

Salah seorang warga, Yamoni Laoli, mengatakan bahwa jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Sisobahili dan Desa Tuhegeo II di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, serta membuka akses antara Kecamatan Gido dan Kecamatan Hiliserangkai.

“Jembatan ini sangat penting karena akan menghubungkan beberapa wilayah yang selama ini terisolir dan memperlancar akses transportasi masyarakat,” ujar Yamoni Laoli kepada wartawan, Senin 13 April 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian yang menjadi sumber utama ekonomi warga.

“Kami berharap adanya perhatian nyata dari TNI agar pembangunan jembatan Aramco dapat diarahkan ke wilayah kami, demi memperlancar mobilitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Warga berharap melalui program Karya Bakti TNI tahun 2026, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Desa Ladea dapat menjadi prioritas guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....