Peringatan Jum'at Agung, Hati yang Mengasihi tanpa Syarat
- 03 Apr 2026 14:01 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Heart of God atau Hati Tuhan menjadi tema khotbah Ibadah Jum'at Agung di Gereja Keluarga Allah Nias, Jum'at 3 April 2026.
Pastor Lucky Deri Putra Harefa mengawali khotbahnya mengatakan pentingnya hati dalam kehidupan manusia. Amsal 4:23 mengatakan bahwa kehidupan yang terpancar dimulai dari hati bukan dari kekayaan. Bukan soal kaya atau miskin tetapi bagaimana hati. Setiap tahun selalu ada penemuan baru, beda pada zaman dahulu dimana perkembangannya sangat lambat. Manusia hidup di era tercepat dalam sejarah. Segala kemajuan itu tidak memiliki hati
"Sayangnya banyak manusia yang juga kehilangan hati. Tanpa hati tidak ada kehidupan. Tidak ada pelayanan tanpa hati. Kalau kita punya hati maka tidak ada AI atau robot sebesar apapun yang bisa menggantikan kita," ucapnya.
Menurutnya kalau ingin sukses lakukan bukan hanya dengan pengetahuan dan keterampilan tetapi lakukan juga dengan hati. Dunia tidak kekurangan orang pintar, dunia kekurangan orang yang punya empati. Apapun panggilan kita jadilah orang yang punya ketulusan hati. Karena dari hari terpancar kehidupan.
Dikemukakannya, ada 3 poin hati Tuhan dalam kisah penyaliban.
1. Hati yang mengasihi tanpa syarat.
Ketika Yesus disalib ia tetap sepenuh hati mengasihi murid-muridNya, sekalipun murid-murid nya gagal dalam mengasihi Yesus. Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah mudah tetapi mengasihi orang yang gagal mengasihi kita membutuhkan kasih yang tanpa syarat.
"Berapa banyak dari antara kita yang gagal mengasihi Tuhan. Gagal memberi yang terbaik. Bangkitlah dari kegagalan sampai engkau berhasil dalam mengasihi Tuhan," katanya.
| Baca juga: Paskah: Kasih yang Baru Untuk Tuhan |
2. Hati yang peduli.
Kita hidup dalam zaman yang tidak memiliki kepedulian. Sebagian orang rasa pedulinya sudah mati rasa. Peduli memiliki prioritas, jangan peduli dengan orang lain namun mengabaikan keluarga sendiri.
3. Hati yang mengampuni.
Apa beda hati yang mengasihi dan mengampuni? Menurutnya mengampuni adalah tindakan untuk tidak mebalas hak kita untuk membalas. Kalau ingin punya hati yang mengampuni seperti Tuhan Yesus mulailah dari hati. Kadang mengampuni bukan berarti mereka benar. Mengampuni berarti kita berhenti menyiksa diri kita sendiri.
Ia pun mengajak seluruh jemaat merenungkan bagaimana kasih Tuhan yang tak bersyarat telah menyelamatkan umat manusia. Ia memiliki kasih Agape dan hendaknya kita yang dikasih dengan kasih itu pun bisa memiliki Agape dalam hidup kita.
Pada Peringatan Jumat Agung ini pelayan dan jemaat mengikuti Perjamuan Kudus yang dipimpin Gembala Lokal Pastor Lucky
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....