Dari Salib menuju Kebangkitan: Iman Diperbaharui di Paskah 2026
- 02 Apr 2026 14:58 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perayaan Jumat Agung pada Jumat, 3 April 2026, menjadi momen sakral bagi umat Kristiani untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah yang diikuti oleh warga jemaat sebagai bentuk refleksi atas kasih Tuhan yang dinyatakan melalui penderitaan dan kematian-Nya.
Memasuki perayaan Paskah, umat Kristiani melanjutkan rangkaian ibadah pada Minggu, 5 April 2026, sebagai Paskah pertama. Ibadah diawali dengan kebaktian subuh yang sarat makna kebangkitan Kristus, kemudian dilanjutkan dengan kebaktian siang yang diikuti jemaat dengan penuh sukacita.
Rangkaian perayaan ini tidak berhenti pada hari Minggu. Gereja juga menggelar Paskah kedua pada Senin, 6 April 2026, sebagai bentuk perayaan lanjutan atas kemenangan Kristus atas maut. Ibadah pada hari kedua ini menjadi kesempatan bagi jemaat untuk semakin mendalami makna Paskah dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Sabaati Lase, M.Pd.K., M.Th, menegaskan bahwa Jumat Agung dan Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum pembaharuan iman bagi setiap umat percaya.

Menurutnya, melalui Jumat Agung, umat diingatkan akan besarnya kasih Tuhan yang rela berkorban demi keselamatan manusia. Sementara itu, Paskah menjadi simbol kemenangan atas dosa dan kematian, yang membawa harapan baru bagi kehidupan umat manusia.
“Melalui perayaan Jumat Agung dan Paskah ini, kita diajak untuk memaknai kembali kasih Tuhan dalam kehidupan kita. Manusia yang dahulu lemah dan tidak luput dari dosa, melalui Paskah ini diperbaharui menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Yesus Kristus,” ujar Pdt. Sabaati Lase.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga jemaat, Aris Zebua, yang mengaku bersyukur dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah Paskah tahun ini.
Ia mengatakan, perayaan Paskah menjadi momen yang membawa sukacita sekaligus penguatan iman bagi dirinya dan keluarga.
“Kami menyambut Paskah ini dengan penuh sukacita. Harapannya, melalui ibadah-ibadah yang dilaksanakan, iman kami semakin dikuatkan dan kehidupan kami semakin baik ke depannya,” ungkap Aris.
Melalui rangkaian Jumat Agung dan Paskah, umat Kristiani diharapkan tidak hanya merayakan secara liturgis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan pengharapan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebangkitan Kristus diharapkan menjadi kekuatan baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, penuh iman, dan kasih terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....